LINGGA TERKINI
Festival Talam Sehidang Pikat Hati Warga di Lingga, Digelar Ketiga Kali Bernuansa Hari Raya
Talam Sehidang ini merupakan nama festival kegiatan, yang digelar oleh Komunitas Tuah Anta Permana (Tuana) di Kabupaten Lingga.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Nama Talam Sehidang kini tak asing lagi didengar di telinga masyarakat Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kini kembali digelar di Area Implasemen Dabo Singkep, sejak 21 Februari hingga puncaknya Minggu (25/2/2024) malam.
Talam Sehidang ini, merupakan kegiatan yang digelar ketiga kalinya yang lagi-lagi mencuri perhatian masyarakat.
Untuk di ketahui, Talam Sehidang ini merupakan nama festival kegiatan, yang digelar oleh Komunitas Tuah Anta Permana (Tuana) di Kabupaten Lingga.
Nama ini diambil dari tradisi makan bersama masyarakat Melayu dengan cara berhidang, yakni dengan sajian Talam berisi hidangan ditutup tudung saji.
Event ini awalnya mulai dikenal Komunitas Tuana, saat menggelar pertama kali di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep.
Kegiatan ini menampilkan sebuah kehidupan masyarakat Melayu pada tempo dulu sebelum mengenal adanya teknologi modern.
Sehingga pada kegiatan ini, Komunitas Tuana mendirikan sebuah pondok bak rumah masyarakat Melayu zaman dahulu.
Baca juga: Talam Sehidang Curi Perhatian Warga, Dispar Lingga Siap Kolaborasi dengan Tuana
Baca juga: Talam Sehidang Komunitas Kumpul Sepekan Pukau Warga Lingga, Lestarikan Budaya Melayu
Di dalam pondok itu, diisi pula berbagai prabotan lama, seperti air yang ditampung dalam tempayan, dapur yang menggunakan tungku kayu api, sendok kayu, hingga penerangan rumah tradisional yang masih memakai lampu pelita dan serongkeng.
Masing-masing peserta yang mengikuti membangun pondok tersebut, sehingga menyerupai perkampungan atau rumah masyarakat Melayu pada zaman dahulu.
Tak hanya itu, masyarakat yang mengikuti kegiatan ini harus menggunakan busana lama atau baju Melayu pada tempo dulu, yang menjadi penilaian.
Melalui kegiatan ini, membuat warga setempat yang mengunjunginya merasa bernostalgia akan kehidupan lamanya.
Tujuannya, untuk menjaga tradisi dan budaya masyarakat Melayu, agar tak hilang tertelan zaman.
Kegiatan inilah yang saat ini memikat hati warga, sehingga masih ramai dikunjungi dalam kegiatan Talam Sehidang Jilid III.
Berbeda dengan yang sebelumnya, di mana komunitas Tuana mengangkat tema adat istiadat perkawinan Melayu.
Kali ini, konsep yang dibawakan yakni 'Menuju Kemenangan'.
Menuju kemenangan di sini dalam artian merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Berdirinya pondok di sini, menjamu segala kebutuhan yang ada pada perayaan tradisi Hari Raya.
Seperti memasak ketupat dan lauk pauk, jamuan kue mue, hingga pondok yang dicat warna-warni memaknai dalam suka cita masyarakat Melayu dalam menyambut hari raya.
Belum lagi para pondok yang membuat pelita, sebagai tradisi tujuh likur yang merupakan hiasan penerangan masyarakat Melayu, sebelum datangnya hari raya.
Sehingga saat warga mengunjungi area ini, seperti merasakan nuansa Hari Lebaran.
Ada pula yang bermain kembang api, memanfaatkan nyalanya pelita di halaman pondok yang merupakan stand tersebut.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga diisi dengan aksi panggung seni Melayu.
Panggung yang dibangun pun menyerupai rumah panggung orang Melayu, dengan atap daun dan jendela yang khas.
Panggung itu pun dicat warna biru putih, yang menambah kesan nuansa hari raya.
Kegiatan itu pun diisi dengan hiburan pertunjukan seni, seperti tarian, nyanyian, fashion show dengan backsound lagu hari raya.
Konsep yang dibawakan kembali menyita ribuan warga, yang memenuhi halaman event setiap malam.
Pada malam puncaknya, juga dimeriahkan oleh penyanyi asal Malaysia Ruslan Madun yang mempupulerkan lagu 'Lemak Manis' yang tak asing lagi di telinga masyarakat.
Selain itu Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Kepri, Juramadi Esram juga hadir dalam kegiatan malam puncak itu mewakili Gubernur Kepri untuk menutup kegiatan.
Kegiatan itu pun ditutup dengan makan bersama dengan hidangan ketupat, yang disuguhkan untuk tamu dan sejumlah warga.
Saat diwawancarai, Ketua Komunitas Tuana menjelaskan, bahwa dengan tema 'Menuju Kemenangan', sehingga dari segi dekorasi hingga makanan semuanya bersifat perayaan hari raya.
"Dari ketupat, kemudian ada lampu-lampu pelita, jadi memang temanya hari raya," kata pria yang akrab disapa Yoga ini usai kegiatan.
Dirinya mengaku, bahwa menjelang kegiatan ini, pihaknya mengalami kendala yang tanpa keikutsertaan dari desa dan kelurahan.
Peserta itu biasanya mengikuti lomba, mulai dari lomba dekorasi pondok stand, lomba memasak makanan khas, dan lomba berceloteh.
"Biasanya di tahun-tahun sebelumnya, peserta yang turut berpartisipasi adalah peserta dari tingkat PKK Desa dan Kelurahan, tetapi di tahun ini mereka belum bisa ikut," jelasnya.
Sehingga dengan kendala peserta ini, pihaknya langsung mengundang Dharma Persatuan Wanita (DWP) di Kabupaten Lingga, sehingga bisa berpartisipasi dalam keikutsertaan tersebut.
Saat ini untuk Komunitas Tuana terdiri dari 10 orang personel yang aktif membuat kegiatan bersifat swadaya ini.
Pihaknya juga dibantu relawan-relawan lain, sehingga ada 25 orang panitia yang bergerak mensukseskan Festival Talam Sehidang Jilid III.
Yoga mengungkapkan, Bahwa dari laporan keamanan dan parkir, kegiatan ini pun mengalami peningkatan pengunjung dari hari pertama dibuka hingga puncaknya.
"Harapan kami dari Komunitas Tuana, khususnya untuk Pemerintah dan juga masyarakat, seharusnya ini tugas kita bersama (melestarikan budaya-red), kita sama-sama gotong royong, kita buat semampu kita, dengan dukungan pemerintah dan juga masyarakat," tambahnya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)
Baca berita lainnya di Google News
| Semarak Hari Kartini di SMAN 1 Lingga, Siswa Tampil Anggun di Fashion Show, Banyak yang Pangling |
|
|---|
| Hujan Deras Guyur Dabo Singkep di Lingga, Sejumlah Ruko Tempat Usaha dan Jalan Terendam Air |
|
|---|
| Batam Tektona Kepri Melaju ke Final Anjungan Fest 2026 di Riau, Tiga Atlet Voli Lingga Turut Andil |
|
|---|
| Dari Pintu ke Pintu, Polres Lingga Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah |
|
|---|
| Pemuda di Lingga Dihantam Kunci Beton Karena Tegur Temannya Bernyanyi, Kepalanya Bocor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20240226_073541.jpg)