LINGGA TERKINI
Talam Sehidang Komunitas Kumpul Sepekan Pukau Warga Lingga, Lestarikan Budaya Melayu
Komunitas Kumpul Sepekan punya cara sendiri dalam menjaga budaya tetap lestari. Mereka menggelar acara Talam Sehidang yang sukses memukau warga Lingga
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Acara Talam Sehidang yang digelar di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri sukses menyita perhatian masyarakat.
Acara yang menampilkan sebuah kehidupan masyarakat Melayu tempo dulu, sebelum mengenal zaman teknologi modern ini digagas Komunitas Kumpulan Sepekan.
Meski hanya berlangsung selama dua hari, namun acara ini masih menjadi momen langka dan masih diingat oleh masyarakat sampai sekarang.
Meski hanya beranggotakan 11 orang, namun ide mereka yang telah lama terkonsep ini, mampu dikemas semenarik mungkin.
Kumpulan Sepekan ini diketuai oleh Desgi Prayoga, yang menjadi salah seorang pecinta budaya Melayu sejak masih duduk di bangku sekolah.
Pria keturunan Bugis-Melayu ini ikut berperan dalam menjaga dan melestarikan adat Melayu Lingga, bersama ke 10 anggota Perkumpulan Sepekan lainnya.
Baca juga: Walikota Resmikan Sekretariat LAM Tanjungpinang, Rahma : Gedung Tetap Berciri Melayu
Baca juga: Talam Sehidang di Lingga, Hidupkan Budaya Masyarakat Melayu Tempo Dulu Dari Makan Bersama
Konsep yang telah mereka kemas baik ini akhirnya terealisasi, dengan mengajak Desa Tanjung Harapan beserta Sanggar Seni dan BumDesnya, ikut andil dalam mensukseskan kegiatan ini.
Mereka pun memilih area taman kantor Desa Tanjung Harapan, untuk melaksanakan kegiatan ini.
Ketua Kumpulan Sepekan yang menjadi ketua pelaksana Talam Sehidang, Desgi Prayoga mengatakan tempat ini memiliki semua hal untuk menunjang acara tersebut.
"Karena tempatnya strategis dan memiliki sarana dan prasarana yang menunjang untuk kegiatan awal dari komunitas kumpulan Sepekan," kata pria yang dikenal dengan sapaan Yoga ini kepada TribunBatam.id, Minggu (9/1/2022).
Yoga pun mengungkapkan, bahwa acara ini digagas untuk memperkenalkan kepada generasi sekarang, tentang budaya Melayu yang sesungguhnya.
Tidak hanya itu, konsep Talam Sehidang ini pun sebagai pengenang kepada masyarakat, untuk mengingat masa lalu bagi para orang tua yang pernah berada di zaman itu.
"Sebenarnya acara ini sudah lama diperbincangkan antara anggota Kumpulan Sepekan, namun baru kali ini dapat terealisasi. Mengingat pandemi yang melanda di daerah kami," ungkapnya.
Baca juga: Rangkaian HUT Tanjung Pinang, Walikota dan Wawako Ziarah Makam Zuriyat Raja Melayu
Baca juga: Promosikan Wisata, Lingga Bakal Bangun Ikon Bunda Tanah Melayu di Daik
Selain menimbulkan kesan, Talam Sehidang ini juga menyampaikan pesan mendalam kepada masyarakat.
Pria 27 tahun ini menyampaikan, pesan yang ingin disampaikan bahwa budaya Melayu zaman dahulu, kental akan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong dalam melaksanakan suatu majelis perhelatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/komunitas-kumpul-sepekan-buat-talam-sehidang.jpg)