Minggu, 19 April 2026

DISKOMINFO KEPRI

Pembangunan Kepri di Bawah Nakhoda Ansar Ahmad - Marlin Agustina

Tanggal 25 Februari 2024 ini genap tiga tahun Kepemimpinan Ansar Ahmad dan Marlin Agustina menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
ist.
Gubernur Kepri dan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Ansar Ahmad dan Marlin Agustina. Berikut capaian kinerja mereka dalam tiga tahun terakhir. 

Ansar tidak hanya sekedar berucap, hal ini terbukti dengan data berbagai indikator pembangunan makro yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sangat jelas berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun 2023 telah tumbuh mencapa 5,20 persen (c to c). Jika dibandingkan pada awal kepemimpinannya, kondisi ekonomi Kepri berada diposisi minus 3,80 persen.

Kini pertumbuhan ekonomi di Kepri tercatat paling tinggi se Sumatera dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonmi nasional yang berada di angka 5,05.

Data lainnya, selama tiga tahun terakhir Pemerintah Provinsi Kepri juga telah berhasil menekan inflasi hingga mencapai 2,76 persen di tahun 2023.

Baca juga: Gubernur Kepri Sebut Jembatan Semala Natuna Dibangun Tahun Ini, Anggaran 15 Miliar

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2023 juga sukses meningkat menjadi sebesar 79,08 poin, lebih tinggi dari IPM Nasional sebesar 74,39 poin, Kepri berada di peringkat 3 nasional setelah DKI Jakarta dan D.I Yogyakarta.

IPM Kepri dalam tiga tahun kepemimpinan Ansar selalu meningkat dan berada di atas angka IPM Nasional. Tahun 2021 tercatat 77,87 poin, di atas IPM nasional yang berada di angka 73,16 poin.

Kemudian di tahun 2022 meningkat juga di angka 78,48 poin, di atas angka nasional yang berada di angka 73,77 poin.

Berbagai program strategis yang digesa Ansar juga sukses menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka selama 3 tahun berturut-turut yang pada Agustus 2023 tercatat sebesar 6,80 persen, turun 1,43 persen dari Agustus 2022 yang sebesar 8,23 persen.

Ini menurutnya merupakan penurunan kedua terbesar dari seluruh Provinsi se-Indonesia. Kemudian juga menurun dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 9,91 persen.

Sejalan dengan itu, persentase penduduk miskin pun ikut turun menjadi 5,69 persen pada Maret 2023, dibanding 6,03 persen pada Maret 2022.

Ini membuat persentase penduduk miskin Kepri terus berada pada posisi terendah sejak tahun 2015.

Tingkat kemiskinan ekstrim pada tahun 2023 juga turun menjadi 0,35 persen dibanding tahun 2022 di angka 1,20 persen.

Baca juga: Cara Unik Wagub Kepri Meriahkan HUT RI di Tanjung Riau Batam

Ini merupakan modal kuat menuju target 0 persen tahun 2024 sesuai Inpres Nomor 4 tahun 2022.

Indeks kebahagiaan Kepri juga membaik, tercatat pada tahun 2021 berada pada angka 74,78 poin, peringkat kedua se-Sumatera dan Peringkat 6 nasional.

Kemudian, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2022 Provinsi Kepri menempati Peringkat Pertama Nasional dengan angka 85,78 Poin dan di Tahun 2023 Provinsi Kepri masih menempati Tiga Teratas dengan Posisi Peringkat Ke-2 Nasional Setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan angka 83.58 Poin.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved