PEMILU 2024

Momen Pilkada 2024, Pengamat Politik Kepri: Jangan Sampai Memanfaatkan Kekuasaan

Pengamat politik Kepri Rahmayandi Mulda tak menampik kekuasaan pasti mempengaruhi jalannya Pilkada. Namun lebih baik tak menfaatkan kekuasaan saat ini

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Pengamat politik di Kepri yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unrika, Rahmayandi Mulda 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Mendekati pemilihan kepala daerah (pilkada), beberapa nama mulai mencuat. Bahkan sejauh ini mulai menunjukkan persaingan menuju kursi pemimpin daerah di Batam maupun Kepri.

Pengamat politik yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unrika, Rahmayandi Mulda mengatakan, momen saat ini memang sudah harus dimanfaatkan para calon untuk memperkenalkan diri ke publik.

"Pilpres dan Pileg telah usai. Pilkada itu November. Masih ada waktu kurang lebih enam bulan untuk menjalin komunikasi, dan menjual program serta pengenalan ke masyarakat agar bisa dikenal," ujar Rahmayandi, Sabtu (9/3/2024).

Diakuinya, ada beberapa hal yang mempengaruhi jalannya Pilkada November mendatang.

Baca juga: Pilkada Batam 2024 Mungkin Diikuti 4 Pasangan, SMN: Batam Banyak Potensi

Ia mengatakan, memanfaatkan kekuasaan, kebijakan, sembako hingga bantuan langsung tunai dinilai turut mempengaruhi segmen pemilih di Batam.

"Tidak bisa dipungkiri kekuasaan sudah pasti mempengaruhi. Namun akan lebih baik bagi pemegang kebijakan saat ini, jika ingin maju tidak memanfaatkan fasilitas daerah atau pun anggaran daerah untuk mengenalkan diri ke publik," ujarnya.

Ia melanjutkan, calon peserta partai politik yang akan berkompetisi sangat diharapkan bisa mendukung jalannya proses Pilkada sesuai aturan.

"Privilege dari jabatan sudah pasti ada. Namun akan lebih baik jika memang bisa mengendalikan diri, dan tidak memanfaatkan jabatan untuk maju di Pilkada berikutnya," katanya

Sementara itu, mengenai sarana atau fasilitas promosi calon yang akan maju, Ramayandi menyebutkan sosial media, baliho, dan temu muka dengan masyarakat masih mendominasi.

Menurutnya, elektabilitas tidak lagi menjadi satu-satunya penentu untuk memenangkan Pilkada.

Tantangan politik uang juga harus diantisipasi, karena ada pembiaran untuk praktik seperti ini.

"Berkaca dari Pemilu 2024 ini, harusnya itu menjadi antisipasi bagi paslon. Karena banyak sekali politik uang yang bergulir di kalangan masyarakat, dan satu hal lagi banyak yang tahu ada praktik tersebut, namun menganggap hal biasa," katanya.

Baca juga: Pilgub Kepri 2024 - Adu Kuat Muhammad Rudi dan Ansar Ahmad di Pilkada Kepri 2024

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPW Partai NasDem, Muhammad Rudi menanggapi beredarnya kabar terkait Amsakar Achmad dan Irwansyah yang berpasangan maju di Pilwako Batam November mendatang.

Rudi menanggapi singkat terkait adanya deklarasi Amir beberapa waktu lalu. Menurutnya, deklarasi tersebut merupakan hak individu masing- masing.

"Sah-sah saja. Mereka kan deklarasi independen, dan tidak membawa nama partai. Sejauh ini belum ada komunikasi partai soal Pilkada baik Batam maupun Kepri," sebutnya.

Mengenai langkah politik maju di Pilkada Kepri, ia masih fokus untuk membangun Batam.

Menurutnya, langkah politik untuk maju sebagai salah satu calon gubernur Kepri adalah kehendak Allah.

"Kalau niat pasti mau maju di gubernur, namun selanjutnya Tuhan yang menentukan," sebutnya.

Mengenai langkah istrinya yang juga Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, Rudi mendoakan yang terbaik untuk karier politik kader Partai Gerindra tersebut.

Baca juga: Amsakar Achmad Irwansyah Sepakat Maju Pilwako 2024, Ini Jargon Mereka Untuk Batam

"Batam butuh pemimpin yang melanjutkan apa yang sudah berjalan saat ini. Saya mau yang bisa melanjutkan tugas saya ini," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved