RAMADAN
Hype Ramadhan Tribun Batam - Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Ustaz Ahmad Mujib Zain dari MUI Batam menyampaikan apa saja hal yang dapat membatalkan ibadah puasa seorang muslim. Di antaranya minum dengan sengaja
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hal apa saja yang dapat membatalkan puasa Ramadhan? Pertanyaan ini akan dijawab oleh Ustaz Ahmad Mujib Zain, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam dalam program Hype Ramadan Bersama MUI Batam.
Ustaz Ahmad Mujib Zain mengatakan, hal yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam lubang dalam tubuh.
Namun jika dikaitkan dengan ibadah, itu tidak menjadi makruh selama tidak keterlaluan.
Ia memberi contoh saat orang berwudhu, disunnahkan untuk berkumur. Maka dalam posisi dia puasa, hukumnya tetap sunnah berkumur. Yang penting tidak melebihi batas.
Baca juga: 11 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Muslim Wajib Tahu!
Tidak hanya ke lubang tenggorokan, namun seperti halnya dia mencongkel kotoran di hidung, namun di ujung lubang, tidak termasuk membatalkan puasa.
Lain halnya cotton but, mencongkel lubang telinga dan itu sangat dalam, dan sampai area batin, maka itu dapat membatalkan puasa.
"Perkara-perkara yang membatalkan puasa itu banyak macamnya. Terutamanya bagi muslimah ketika saat Ramadan kedatangan haid. Atau orang dalam keadaan nifas. Saat ia haid atau nifas, maka puasanya otomatis batal, dan makan minum dengan sengaja itu semua dapat membatalkan puasa," ujarnya.
Selain itu ada juga beberapa pertanyaan untuk ibu rumah tangga yang sedang memasak.
"Boleh gak dia mencicipi makanan yang sedang dimasak? Itu bagian dari makanan, tetapi tidak sampai masuk ke tenggorokan. Pada dasarnya tidak membatalkan puasa," kata ustaz.
"Lain halnya jika ada sisa makanan dan itu ditelan walaupun sangat kecil, muntah dengan sengaja, bersenggama, itu dapat membatalkan puasa," sambungnya.
Baca juga: Tips Tubuh Sehat dan Bugar saat Puasa Ramadan ala Dokter Windrati Wiwara Sukmadi
Namun juga ada beberapa kasus, makan dengan tidak sengaja atau lupa jika dia sedang puasa.
"Itu kata Baginda Rasulullah SAW merupakan rezeki dari Allah. Namun ini membutuhkan kejujuran. Seumpamanya dia tidak jujur dan pura-pura lupa, maka tetap saja batal puasanya. Sebab salah satu hikmah dalam berpuasa ialah kejujuran," kata Ustaz Ahmad Mujib Zain. (Tribunbatam.id/Deny Guspriyanto)
Baca juga berita Tribunbatam.id lainnya di Google News
Doa Setelah Adzan dan Iqomah Lengkap Beserta Artinya |
![]() |
---|
Pelindo Gelar Ngobrol Asyik dan Buka Bersama Bareng SPMT dan Media: Bahas Peningkatan Layanan |
![]() |
---|
Niat Dan Tata Cara Bayar Fidyah untu Lunasi Utang Puasa Tahun Lalu Jelang Ramadhan 2025 |
![]() |
---|
Cara Mandi dan Sunnah sebelum Idul Fitri bagi Laki-Laki dan Perempuan |
![]() |
---|
Kiat Tetap Istiqomah Setelah Ramadan dari Wakil Ketua MUI Batam Ustaz Firdaus LC |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.