Pilpres 2024

Tim Ganjar-Mahfud Bongkar Penyebab Suara Prabowo-Gibran Turun di Aceh dan Sumbar, Singgung Jokowi

Pasangan nomor urut 2, Prabowo-Gibran unggul pada 36 dari total 38 provinsi di Indonesia, kecuali Aceh dan Sumatra Barat .

Editor: Khistian Tauqid
Dok. Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat memasangkan tanda pangkat bintang empat untuk Prabowo Subianto saat rapat pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024). 

TRIBUNBATAM.id - Guru Besar UGM, Suharko saat menjadi ahli Tim Ganjar-Mahfud membeberkan penyebab suara Prabowo-Gibran di Aceh dan Sumatera Barat turun pada Pilpres 2024.

Hal tersebut diungkapkan Suharko dalam sidang sengketa pemilihan umum presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi, Selasa (2/4/2024).

Awalnya hakim konstitusi Daniel Foekh meminta ahli dari Ganjar-Mahfud, Suharko untuk menjelaskan terkait peran presiden dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.

Baca juga: Deretan Media Asing Soroti Pertemuan Prabowo dengan Presiden China Xi Jinping, Beri Sebutan Begini

Pasangan nomor urut 2, Prabowo-Gibran unggul pada 36 dari total 38 provinsi di Indonesia, kecuali Aceh dan Sumatra Barat .

Namun, Suhargo menyoroti perubahan suara Prabowo di Aceh dan Sumatera Barat pada Pemilu 2024.

Padahal, Prabowo diketahui unggul di Aceh dan Sumbar saat pemilu 2014 dan 2019.

Suharko lalu menjelaskan peran presiden yang berdampak pada perubahan suara Prabowo di Aceh dan Sumatera Barat pada Pemilu 2024.

Menurutnya, hal itu lantaran adanya persoalan ketokohan dari Prabowo.

"Saya kira ada anak Wali di Sumatera Barat dan di Aceh, tetapi justru itu memperkuat variabel ketokohan," ujarnya.

Ketua TKD Prabowo-Gibran Kepri, Asman Abnur (paling kiri) mendampingi Prabowo Subianto yang menyalami Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Bandara Hang Nadim, Sabtu (13/1/2024). Tampak Ketua Dewan Penasihat TKD Prabowo-Gibran Kepri, Marlin Agustina bersama suaminya, Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi turut menyambut kedatangan Prabowo Subianto ke Batam.
Ketua TKD Prabowo-Gibran Kepri, Asman Abnur (paling kiri) mendampingi Prabowo Subianto yang menyalami Gubernur Kepri, Ansar Ahmad di Bandara Hang Nadim, Sabtu (13/1/2024). Tampak Ketua Dewan Penasihat TKD Prabowo-Gibran Kepri, Marlin Agustina bersama suaminya, Kepala BP Batam sekaligus Walikota Batam, Muhammad Rudi turut menyambut kedatangan Prabowo Subianto ke Batam. (TribunBatam.id/Dok TKD Prabowo-Gibran Kepri untuk TribunBatam.id)

Baca juga: Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sekjen PDI P Sebut Akan Terjadi Setelah Sengketa Pilpres Selesai

Variabel ketokohan di pemilu 2019 ketika Prabowo menang, lanjutnya, cukup kuat karena afiliasi atau indentitas sebagai muslim.

Kini, saat Prabowo memilih beralih mendukung Jokowi, maka dukungan ketokohan itu pun menjadi beralih.

Dia mengatakan hal itu menjadi hukuman bagi pasangan Prabowo-Gibran.

"Jadi pergeseran ini saya kira justru memperkuat variabel ketokohan tadi. Jadi masyarakat tidak diam tetapi juga berpikir secara kritis seolah-olah, mohon maaf ini menghukum paslon nomor urut 2 karena dianggap mungkin beralih dukungan menuju pada Pak Jokowi yang dulu mungkin tidak menang di Sumatera Barat dan di Aceh," tuturnya.

(TribunBatam.id)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Suara Prabowo Turun di Aceh dan Sumbar, Tim Ganjar-Mahfud: Hukuman Karena Dukung Jokowi"

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved