BUAYA DI LINGGA VIRAL
Viral di Lingga Kemunculan Buaya 3 Meter, Kades Minta Warga Dekat Sungai Waspada
Pemerintah Desa Tinjul Lingga meminta warga dekat sungai waspada akan kemunculan buaya yang sempat viral di medsos.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Viral di Lingga kemunculan buaya berukuran sekitar 3 meter hingga membuat cemas warga Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat.
Kemunculan buaya di Lingga ini terlihat di muara sungai oleh warga.
Tepatnya di pinggir tembok penahan tanah di kawasan padat penduduk Desa Tinjul.
Bahkan, kemunculan buaya itu pun terekam oleh handphone dan membuat heboh warga setempat hingga viral di medsos.
Dari informasi yang dihimpun, reptil tersebut berukuran sekitar 3 meter terlihat oleh warga pada Sabtu (13/4) malam.
Menyikapi hal ini, Pemerintah Desa (Pemdes) Tinjul akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang bahaya binatang buas kepada masyarakat.
Kepala Desa (Kades) Tinjul, Amren mengingatkan kepada warga yang berada di sepanjang bantaran sungai, untuk lebih waspada.
"Selalu berhati-hati terutama kepada anak-anak yang suka berenang agar tidak mendekati sungai yang merupakan habitat buaya, kami dari Pemdes akan melakukan pemasangan papan himbauan di beberapa titik tempat yang dianggap rawan," kata Amren.
Amren juga meminta kepada RT/RW maupun Kepala Dusun untuk mengoptimalkan tugas dan mengajak partisipasi masyarakat, memantau situasi dan kondisi sepanjang bantaran sungai.
"Dan segera melaporkan kepada Dinas/Instansi terkait jika ada menemukan tanda-tanda keberadaan binatang buas," imbuhnya.
Lingga Zona Merah Terhadap Populasi Buaya Liar
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga menetapkan bahwa Lingga zona merah terhadap populasi buaya liar.
Populasi yang meningkat saat ini khususnya wilayah Daik dan sekitar Pulau Lingga.
Baca juga: Keberadaan Buaya di Lingga Masuk Zona Merah, DLH Pindahkan 9 Reptil ke Batam
Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Lingkungan DLH Lingga, Sanusi menghimbau, agar masyarakat yang berada di wilayah sungai rawan buaya untuk berhati-hati saat melakukan aktifitas.
"Karena kita tidak tahu buaya itu jalannya pelan atau tenang, jadi diharapkan kepada masyarakat yang menggunakan sungai untuk berhati-hati," imbaunya.
Kepala DLH Lingga, Joko Wiyono menerangkan, bahwa papan imbauan telah dipasang di beberapa titik sungai rawan buaya.
Pihaknya telah menangkap dan memindahkan ratusan buaya liar ke penakaran Pulau Bulan, Kota Batam.
Ke depannya, dengan bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Lingga, buaya liar itu pun akan ditangkap jika ada laporan masyarakat. (TribunBatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Sempat Viral di Medsos, Pria di Batam Tendang Pemotor Serahkan Diri, Bayu Akui Kabur ke Jakarta |
|
|---|
| Semarak Perayaan Paskah ASN Batam 2026, Walikota Amsakar Achmad: Keberagaman Harus Jadi Kekuatan |
|
|---|
| Pulau Penyengat di Tanjungpinang Kepri Jembatan Lintas Generasi Raja Ali Haji |
|
|---|
| Gubernur Kepri Lantik Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, Perkuat Pelestarian Budaya Melayu |
|
|---|
| Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kukuhkan Dewi Kumalasari Ansar Ketua YKI Kepulauan Riau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Buaya-di-Desa-Tinjul-Lingga-VIRAL.jpg)