TRIBUN BATAM PODCAST
Potensi Koalisi Parpol di Pilkada Batam hingga Nama Amsakar dan Marlin Makin Menguat
Nama Amsakar Achmad dan Marlin Agustina makin menguat ikut Pilkada Batam 2024. Lalu bagaimana potensi koalisi parpol di Pilkada Batam? Simak di sini
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nama-nama bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam mulai bermunculan. Ada Marlin Agustina, Jefridin Hamid, Amsakar Achmad dan Irwansyah.
Namun, manuver partai politik untuk memenangkan bakal calon tersebut belum tampak. Nah, bagaimana peluang koalisi partai politik dalam memenangkan Pilkada 2024 di Batam?
Saksikan Tribun Batam Podcast Edisi Ngomong Politik, Senin 22 April 2024 dengan tema "Potensi Koalisi Parpol di Pilkada Batam".
Podcast dipandu Host Tribun Batam Thomm Limahekin dan nara sumber, Dosen Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Askarmin Harun.
Baca juga: Marlin Agustina Mantap Ikut Pilkada Batam 2024, Terinsipirasi Sosok Kartini
Simak petikan wawancara eksklusifnya. Keterangan Tribun Batam:TB, Askarmin Harun:AH.
TB: Bagaimana dengan nama-nama yang muncul, apakah percaya diri dengan ada alasan atau hanya sekedar omongan?
AH: Kalau kita berbicara tentang Pilkada Batam ini memang cukup menarik. Karena memang jauh sebelum tahapan Pilkada berjalan sudah ada beberapa nama di publik itu menyatakan diri ingin maju sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota Batam.
Ada istri dari petahana Ibu Marlin Agustina, dan Pak Wakil Wali Kota Amsakar Achmad yang juga jauh-jauh hari sudah kelihatan ria untuk ikut bertarung seperti pecah koalisi.
Artinya, dari dua nama ini kita melihat ada arah untuk bagaimana mereka sudah mempersiapkan diri, mencari koalisi dengan partai mana saja agar bisa mencukupi syarat ketentuan dalam UU Nomor 10 tahun 2016 terkait tata cara pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Wali kota, Wakil wali kota, Bupati, maupun Wakil Bupati.
Dua nama sudah mulai mengkerucut, tetapi saya yakin dengan tahapan yang berjalan ini juga berpotensi ada tiga calon bahkan empat calon, jika salah satu calon muncul secara independen.
TB: Ibu Marlin dan Pak Amsakar sudah terang-terangan maju. Kalau menurut bung, mereka seolah-olah percaya diri mengumumkan apa karena memang mereka sudah punya basic partai yang mendukung mereka?
AH: Memang ada beberapa indikator yang membuat mereka percaya diri. Sama-sama yang satu merupakan Wakil Gubernur yang juga istrinya Wali Kota yang sekarang dan satu lagi merupakan Wakil Wali Kota Batam dua periode.
Artinya pertama secara basis mereka punya basis yang real, mereka sudah sama-sama dalam satu perahu turun ke masyarakat. Kedua partai politik ada yang percaya sama partai politiknya.
TB: Apakah Nasdem percaya diri dengan Gerindra atau mereka ada kemungkinan untuk bisa merangkul kembali, sehingga kubu koalisi semakin gemuk dan memupus partai lain untuk berkoalisi?
AH: Kalau kita lihat secara umum pola itu dilakukan. Tetapi ini ada yang menarik di Pilwako Batam, saya yakin kali di Pilwako Batam akan ada tarik ulur yang kencang terkait dengan siapa yang diusung oleh partai politik baik dari petahana itu sendiri maupun dari partai luar.
Sehingga ini sangat memungkinkan ada tiga calon, apalagi kondisi pada hari ini meskipun ada dua petahana yang maju.
Baca juga: Pimpin Apel ASN Pemko Batam, Rudi Umumkan Akan Maju Pilkada Kepri, Marlin Pilwako
TB: Kira-kira restu yang diberikan DPP terhadap dua kader ini lebih kemana dan siapa yang harus dibuang?
AH: Ini yang saya bilang ada yang menarik dan ada kejutan tapi tidak secara real saya sampaikan itu. Bahwa memang sekarang masih tahapan lobi-lobi dua nama yang disampaikan merupakan kader dari internal sebuah partai. Tentu akan ada saling melobi di pusat. Maksudnya bisa saja Amsakar yang diusung atau malah sebaliknya Marlin yang diusung. Tergantung pada lobi-lobi yang dilakukan di tingkatan pusat. Bahkan bisa juga mereka bersama-sama.
TB: Apakah Amsakar sudah menduga kalau kemungkinan besar ia sudah tidak dipakai di Partai Nasdem atau seolah-olah membuat tingkat kepercayaan pusat semakin berkurang?
AH: Kalau kita lihat bisa saja ini adalah strategi DPP atau mengangkat popularitas atau bisa saja realnya dia merasa tidak akan diusung oleh partai yang membesarkan namanya.
TB: Amsakar juga terang-terangan mendeklarasikan diri ke Irwansyah melalui jalur independen. Bagaimana melihat potensi jalur independen di Batam?
AH: Inikan bagian strategi kalau memang tidak diusung oleh partai politik, tentu mereka memilih jalur independen. Sehingga upaya ini harus dilakukan meskipun kita lihat secara aturan itu berat. Di UU sudah jelas bahwa syarat untuk diusung menjadi calon independen harus 7,5 persen dari DPT yang ada.
Kalau kita lihat DPT Batam pada pemilu legislatif kemarin di angka 851 ribu, artinya dia butuh 63 ribuan. Untuk mengumpulkan gampang, tapi ada ketentuan yang berlaku. Dan banyak para calon yang enggak berhasil itu di syarat yang ketentuan itu.
TB: Pasca deklarasi Amsakar, bagaimana bung melihat respons masyarakat dan basis mereka terhadap dua figur ini?
AH: Saya melihatnya sebagai masyarakat, tergantung pihak yang melihat apakah itu tren positif ataupun negatif. Banyak kita lihat di masyarakat ada yang positif dan ada juga yang negatif. Artinya misalkan ketua partai politik tapi kok malah maju independen.
TB: Poros yang saat ini berpeluang besar terbangun adalah Gerindra dan Nasdem, masuklah Golkar untuk melobi ataupun mendekati Amsakar. Tentu Golkar punya kepentingan tersendiri. Bagaimana potensi Golkar ketika masuk ke Amsakar, apakah akan membentu poros baru?
AH: Ini semua masih dinamis, kalau kita lihat hal yang tepat apabila Golkar akhirnya mendorong Amsakar untuk maju, mengapa demikian? Inikah kepentingan bukan hanya Pilgub harus ada lineritas dalam pertarungan ini.
Baca juga: BREAKING NEWS, Golkar Usung Amsakar Achmad Maju Pilkada Batam 2024
Pak Ansar Ahmad pasti melihat potensi ini, sehingga ia harus mengimbangi figur yang didorong Partai Nasdem atau yang mendorong Pak Rudi.
Kemudian bagaimana peluang dari partai koalisi? Tentu akan ada tarik ulur. Misalkan partai yang memiliki jumlah kursi yang signifikan PDI-P. Saya yakin ini nanti akan ada mengimbang-imbang untuk berkoalisi. Artinya ini semua pasti berjalan ada PKS, PKB, Hanura, PSI, PPP.
TB: Ketika Golkar masuk mengambil Amsakar, apakah independen yang sudah dideklarasikan bersama Irwansyah masih bertahan atau justru Irwansyah yang dibuang?
AH: Ini menarik, kalau saya yakin peta ini akan perubah. Apalagi Golkar itu memiliki suara yang signifikan di Batam, tinggal menambah empat kursi dengan partai koalisi itu sudah bisa bertarung. Tentunya saya yakin dengan deklarasi yang sudah berjalan bisa berubah kapanpun. Sehingga jangan heran kalau nanti ada perubahan konteks yang seperti ini.
TB: Pilkada Batam plus independen berapa poros?
AH: Kalau plus independen bisa tiga sampai empat poros, kalau independen tidak mencukupi bisa tiga poros. Kondisi hari ini bisa dibilang kosong-kosong, artinya beda kalau kondisinya seperti kemarin, Pak Rudi bertarung untuk ketiga kalinya tapi di UU cuma bisa dua kali. Potensi yang kosong itu juga saya rasa banyak yang memunculkan figur baru yang ingin bertarung dengan koalisi yang ada.
Untuk lebih lengkapnya silahkan saksikan di laman Facebook https://www.facebook.com/share/v/674McybdmM77JEgy/?mibextid=w8EBqM dan Youtube
https://youtube.com/live/TNF7pSOhiRg?feature=share. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Tribun Batam Podcast
Pilkada Batam
Amsakar Achmad
Marlin Agustina
Wakil Wali Kota Batam
Wakil Gubernur Kepri
Pilwako Batam
Askarmin Harun
| Polda Menyapa Awal 2026, Kabid Humas Polda Kepri Ajak Warga Kolaborasi Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| BP Tanjungpinang: Dari Lahan Kosong menuju Pesaing Singapura, Target Rp90 Miliar per Tahun |
|
|---|
| Sinergi Pemerintah, Masyarakat dan Aparat dalam Menangkal TPPO di Provinsi Kepri |
|
|---|
| Kendaraan Lalu Lalang di Jalan Batam Tanpa Uji KIR, Apakah Ada Sanksi? |
|
|---|
| Tribun Batam Podcast Kupas Peran Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/22042024Podcast-politik.jpg)