SUAMI BUNUH ISTRI
Kasus Suami Bunuh Istri di Karimun Kepri VIRAL Hingga Reaksi Psikolog RSUD Muhammad Sani
Psikolog klinis RSUD Muhammad Sani Karimun buka suara terkait kasus suami bunuh istri di Kundur hingga viral di medsos.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kasus suami bunuh istri di Karimun Kepri menyita perhatian publik hingga viral di medsos.
Risma Fatmawati tewas di tangan suaminya sendiri, Iwan.
Jasad Risma yang sudah tidak bernyawa ditemukan oleh sang ibu dalam kamar rumah mereka pada Minggu (5/5) pagi.
Polemik antara keluarga Risma dan pernyataan Iwan seputar motif pembunuhan di Karimun muncul dari kedua sisi.
Namun perbuatan Iwan nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri menggunakan batang sikat gigi yang diruncingkan menyita khalayak ramai.
Termasuk psikolog Klinis RSUD Muhammad Sani, Devi Mayasari.
Wanita yang akrab disapa Maya ini mengatakan jika hakikatnya dalam rumah tangga atau menikah itu memilik rasa sayang, cinta, kasih, sehingga harus dijaga dan dilindungi.
"Harusnya dalam rumah tangga itu ada rasa menyayangi, melindungi mensuport, mendukung dan mampu menyelesaikan konflik atau masalah dalam rumah tangga itu sendiri," ujar Devi Mayasari, S.Psi, M.A Psikolog, Selasa (7/5/2024).
Menurutnya, ada penyebab serta pemicu dalam rumah tangga yang mendasari sehingga perbuatan keji yakni pembunuhan dilakukan oleh seseorang atau pelaku.
Termasuk permasalahan ekonomi, orang ketiga, kecemburuan, kurangnya komunikasi antara suami dan istri, atau terkait pola pengasuhan anak.
Hingga menyebabkan konflik yang panjang, dan menimbulkan sakit hati, tidak berdaya, marah, bahkan dendam akibat kurangnya tegang rasa antara keduanya.
Baca juga: Kasus Suami Bunuh Istri di Karimun Kepri, Kaisul Kenang Anyaman Tikar Karya Risma
"Biasanya pemicu ini tidak serta merta, ini tumpukan yang terjadi secara terus menerus. Artinya tidak terjadi sesaat tetapi mungkin ini sudah terjadi yang berkepanjangan," ujarnya.
Kemudian ada beberapa faktor yang melatarbelakangi perbuatan pembunuhan yang bisa dilakukan oleh seseorang.
Di antaranya adanya gangguan kesehatan mental, halusinasi, mengkonsumsi obat-obatan, serta lingkungan sekitar yang memungkinkan adanya kekerasan.
Mirisnya, kasus pembunuhan sepasang suami istri yang masih remaja akhir ini.
TribunBreakingNews
breaking news batam hari ini
breaking news
Kriminal di Karimun
pembunuhan di karimun
suami bunuh istri di Karimun
| Suami Tega Bunuh Istri Gegara Tak Ada Makanan, Jenazah Ditemukan di Belakang Rumah |
|
|---|
| 4 Fakta Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk, Tetangga Korban Histeris |
|
|---|
| Sosok Wisman Pelaku Pembunuhan Istrinya di Kebon Jeruk, Tetangga Tak Menyangka |
|
|---|
| Tetangga Histeris Temukan Korban Pembunuhan Suami di Kebon Jeruk, Pelaku Menyerahkan Diri |
|
|---|
| Curhatan Suami sebelum Bunuh Istri di Kontrakan Kebon Jeruk, Pelaku Terkenal Kasar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Psikologi-klinis-RSUD-Muhammad-Sani-Karimun-soal-kasus-suami-bunuh-istri.jpg)