Minggu, 24 Mei 2026

BATAM TERKINI

Pertamina Cabang Batam Akan Cek Data Warga di Kampung Dragon Kabil Nongsa

Seperti diberitakan sebelumnya puluhan warga di Kampung Dragon tepatnya di jalan raya pelabuhan CPO Pertamina Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
SOLAR SUBSIDI DI BATAM - Area Manager Communication, Relation CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengklaim penerapan aturan beli solar subsidi di Batam menggunakan QR code sudah 100 persen. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pendataan Rumah dan kandang warga di Kampung Dragon, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, akan di cek oleh Pertamina Kota Batam.

Warga yang resah karena Pendataan dirasa tidak transparan oleh Oknum Ditpam tersebut akan diproses oleh pertamina.

Area Manager Communication & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria yang dikonfirmasi tribunbatam.id, akan melakukan pengecekan terlebih dahulu data warga.

Sementara mengenai pendataan warga di lapangan yang dirasakan warga tidak transparan, Susanto August Satria tidak banyak berkomentar.

"Saya kurang paham terkait isu BP Batam," katanya sigkat.

Seperti diberitakan sebelumnya puluhan warga di Kampung Dragon tepatnya di jalan raya pelabuhan CPO Pertamina Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, sesalkan pendataan rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh pihak pertamina, bersama Direktorat Pengamanan (Ditpam) Kota Batam.

Baca juga: Jadwal Live Streaming Moji TV Proliga 2024 Pekan 5, Petrokimia vs Jakarta BIN, Pertamina vs LaVani

Warga menyesalkan rencana penggusuran tersebut karena pendataan yang dilakukan oleh pihak Ditpam dan Pertamina tidak transparan, bahkan terkesan pilih kasih.

Kampung Dragon diketahui terdapat kurang lebih 200 kepala keluarga yang tinggal baik berkebun dan beternak, dari 200 KK tersebut sebagian sudah di data dan diganti rugi, sementara yang belum didata dan diganti rugi hanya tersisa kurang lebih 40 KK.

Menyiram Hati Daci warga yang tinggal di Kampung Dragon mengatakan mereka sudah lama tinggal di lokasi tersebut, dan mereka juga bukan tidak mau digusur. Hanya saja mereka berharap agar mereka diperlakukan sama dengan warga lain.

"Kita juga sadar kita tinggal di lokasi yang sudah dimiliki orang lain. Tapi tolonglah kami ini dimanusiakan, seperti warga yang lain," kata Daci.

Dia mengatakan sejak awal mereka sangat sportif rumah mereka di data, dan mereka juga menerima untuk digusur. Tetapi yang terjadi malah hanya sebagian warga yang diberikan ganti rugi.

Baca juga: Kilang Pertamina Balikpapan Terbakar Buat Warga Panik, Berawal dari Suara Letupan

"Bahkan yang membuat kita bertanya, saat rapat dengan pihak Pertamina, dimana sesuai data Pertamina semua warga sudah didata dan diberikan ganti rugi. Tetapi kenyataannya di lapangan belum semua warga," kata Daci.

Di tempat yang sama lustina warga lainnya mengatakan selama ini yang datang melakukan pendataan dan memberikan ganti rugi kepada warga adalah Oknum dari Ditpam BP Batam.

"Oknum Ditpam BP Batam ini yang mendata, bahkan yang menyerahkan ganti rugi di kantor Pertamina tetap juga oknum BP Batam itu," kata Lustina.

Bahkan yang disesalkan warga dimana sebagian kandang ternak warga yang ukurannya kecil dibayar, sementara sebagian lagi yang kandangnya bagus malah tidak masuk hitungan dengan alasan tidak layak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved