Senin, 13 April 2026

BATAM TERKINI

Perusahaan Daur Ulang Sampah Plastik di Batam Dapat Penghargaan Gubernur Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan penghargaan kepada perusahaan daur ulang sampah plastik di Batam atas kontribusinya terhadap lingkungan.

TribunBatam.id/Istimewa
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkontribusi dalam pengelolaan limbah sampah plastik di Kepri, Free The Sea. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Perusahaan di bidang daur ulang sampah di Batam, Free the Sea, menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, atas kontribusinya mengatasi problem pencemaran sampah plastik di laut serta memberdayakan komunitas lokal.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, di Balai Adat Pulau Buluh, Batam, pada Sabtu (15/6/2024).

Pada kesempatan itu, Direktur PT Free the Sea, Agiana Ditakristi, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk bahwa inovasi yang dilakukan perusahaan mulai dikenal luas dan memperlihatkan hasil positif.

"Ini merupakan pengakuan atas kerja keras dan dedikasi tim kami dalam melindungi lingkungan, terutama laut. Penghargaan ini semakin jadi motivasi untuk terus berupaya memperluas jangkauan kami dalam menjaga lingkungan dan mencegah sampah plastik memasuk laut Indonesia," jelas Agiana, pada Minggu (16/6/2024).

PT Free the Sea menggerakkan berbagai kampanye pengurangan limbah plastik di laut, mengorganisir pembersihan pantai, serta mempromosikan praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, Free the Sea juga bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal dalam upaya mencegah sampah plastik mencemari lautan.

Baca juga: Polsek KKP Batam Sambut HUT Bhayangkara, Sebar Tong Sampah di Pelabuhan

"Upaya ini bertujuan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya laut, memastikan keberlanjutan inisiatif mereka," ujar Agiana.

Sampai saat ini, berbagai program masih dilakukan oleh Free the Sea, salah satunya program kerja sama dengan sekolah-sekolah maupun universitas.

Termasuk dalam memberikan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya plastik.

"Sejak dini, anak-anak kami ajarkan bagaimana mengolah sampah plastik menjadi produk ekspor dengan kualitas industri," ujar Agiana. (TribunBatam.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved