BATAM TERKINI
Anak yang Aniaya Ibunya di Batam Dipulangkan ke Rumah, Ini Alasan Polisi
Usai melakukan tes psikologi, Wakasatreskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto mengatakan AS mengalami gangguan penyesuaian diri, dan kini ia h
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Usai melakukan penganiayaan terhadap ibunya, AS (17) yang kemudian pergi ke Bandara Hang Nadim Batam dengan membawa pisau dapur beberapa waktu lalu menemui fakta baru.
Usai melakukan tes psikologi, Wakasatreskrim Polresta Barelang, AKP Thetio Nardiyanto mengatakan AS mengalami gangguan penyesuaian diri, dan kini ia harus menjalani rehabilitasi.
"Mengalami Gangguan Penyesuaian Diri. Yang mana karena situasi atau fakta yang tidak sesuai keinginannya membuat AS Depresi tingkat tinggi dan mengalami kesulitan mengontrol emosi," ujar AKP Thetio pada Rabu (26/6/2024) siang.
Ia melanjutkan hal yang melatarbelakangi remaja 17 tahun ini mengalami depresi tingkat tinggi terkait pilihan hidup yang menurut AS sulit.
"Dia depresi tingkat tinggi itu, sebab ibu yang ia sayangi ternyata mengambil apa yang menjadi kesukaan dia, yaitu dia memutuskan pacarnya itu. Nah dari yang dia sayangi ini dia bingung memutuskannya untuk memilih yang mana, dan itu dia pendam. Makanya dia mengalami depresi," paparnya.
Baca juga: Penikaman di Batam, Pelaku Marah Usai Dimaki Lewat HP Karena Goda Kekasih Korban
Dalam penjelasannya, Thetio juga menyampaikan bahwa remaja tersebut sudah dikembalikan kepada orangtuanya.
"Sudah dikembalikan ke orangtuanya, sementara masih menunggu proses surat dari dokter, namun untuk hasilnya ya seperti itu tadi. Dia butuh terapi psikologi dan rehabilitasi, kalau enggak dia akan lebih parah lagi dan larinya ke gila," sebut Wakasatreskrim Polresta Barelang.
Ditanya mengenai apakah proses hukum akan tetap berjalan meski sudah mengetahui bahwa AS mengalami depresi, ia menjawab.
Baca juga: PENIKAMAN DI BATAM, Seorang Karyawan Salon di Lubukbaja Ditikam Pisau, Diduga Dendam
"Laporannya masih menunggu hasil pengecekkan terlebih dahulu, baru nanti di kelarkan. Kalau anaknya itu direkomendasiin dari psikolog semisalnya untuk dimajukkan ya dimajukkan, karena akan berdampak kepada kondisi anaknya. Kalau semisal tidak direhab dari psikoloh kondisinya bisa lebih dari ini," tutupnya. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
| Dirlantas Polda Kepri Ingatkan Siswa, Keselamatan Bukan Sekadar Aturan |
|
|---|
| 19 Pelaku Pencurian Fasilitas Umum Ditangkap, Polisi Sasar Penampung Besi-besi Curian |
|
|---|
| Pantai Cipta Land Batam Tak Aman Bagi Pengunjung, Dua Remaja Jadi Korban Kejahatan |
|
|---|
| Dua Anak PMI yang Masih Balita Dideportasi Dari Malaysia, Sementara Orangtuanya Jalani Hukuman |
|
|---|
| CCTV Jadi Bukti, Pacar Korban Tak Terlibat Kasus Kematian di Batuaji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/IMG-20240626-WA0042-1.jpg)