Batam Terkini

Tangis Haru Nelayan Lingga Kepri Dapat Berkumpul Lagi Dengan Keluarga

Dengan wajah berseri-seri dari atas kapal melihat sang anak di daratan, wanita berusia 60 an tahun itu tampak melambaikan tangan kepada anaknya.

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Kamalia dan Wandi saat diwawancara Tribun Batam di atas KP Nipah saat bersandar di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lebih dari 2 bulan terpisah dengan keluarganya, Kamalia menangis harus berjumpa kembali dengan sang anak saat tiba di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, pada Kamis (11/7/2024).

Dengan wajah berseri-seri dari atas kapal melihat sang anak di daratan, wanita berusia 60 an tahun itu tampak melambaikan tangan kepada anaknya.

Beberapa kali ia mengusap air mata, saat melihat sang anak yang jauh jauh dari Kabupaten Lingga menjemputnya ke Batam.

"Seneng bisa jumpa lagi, Alhamdulillah. kepikiran terus. Soalnya kan komunikasi harus melalui beberapa pihak kan, dari Bakamla, perwakilan yang di Johor, polisi yang disana," ungkap Wandi, anak dari Kamalia saat diwawancarai Tribun Batam.

Baca juga: Lansia Asal Batam Terancam Penjara Seumur Hidup Gegara Bawa Narkoba di Bintan

Wandi menyampaikan selama proses penangkapan dan penahanan, dirinya telah diberitahu bahwa orangtuanya ditangkap Polisi Maritim Malaysia.

"Saya waktu itu di kasih tahu mak sama ayah ditangkap, terus dikabarin lagi hari ini pemulangannya ke Batam," katanya.

Rasa syukur yang tak terhingga dari Wandi sebab selama proses penahanan di Malaysia ia merasa jauh dari kedua orangtuanya. 

"Sangat bersyukur sekali. Masih diberi kesempatan buat kumpul lagi sama keluarga," papar Wandi.

Tangis haru terlihat dari ketiganya, saat personel Bakamla memperbolehkan perwakilan keluarga untuk bertemu para nelayan yang telah dijemput dari wilayah perbatasan.

Baca juga: Terpidana PMI Ilegal di Batam Soubrina Danny Setor Rp 50 Juta Tunai ke Kejari Batam

Pelukan hangat tercipta antar ketiganya, bahkan beberapa kali sang ibu mengelus lembut rambut sang anak yang mendatanginya saat itu.

"Saya tak bisa berkata banyak. Saya senang bisa kumpul lagi," ungkap Kamalia.

Sebelum tertangkap, pasangan suami istri ini mengaku tidak tahu menahu dimana wilayah perbatasan.

Sebab hanya mengikuti kemana tekong dan kapal membawanya untuk mencari ikan di laut.

"Saya cari ikan sama suami. Enggak tahu wilayah perbatasan dimananya. Tiba-tiba ada polisi maritim langsung menangkap kami," katanya.

Bersama dengan nelayan lainnya, mereka dikumpulkan dan dibawa ke Johor untuk menempuh proses hukum akibat melanggar wilayah batas tangkap ikan. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved