Jumat, 17 April 2026

PILKADA BATAM 2024

Bloking Partai hingga Demokrasi Cacat

Pilkada Batam, PKS dan PDIP partai yang tidak rela proses demokrasi menjadi cacat (flawed democracie) atau menjadi palsu

TRIBUNBATAM
PILKADA BATAM - Robby Patria, Direktur Perwakilan Public Trust Institute Kepri/ Ketua Satu Pena Kepulauan Riau/ Dewan Pakar ICMI Pusat 

TRIBUNBATAM.id - Partai Amanat Nasional ( PAN) memberikan dukungan kepada Amsakar Achmad - Claudia di Pilkada Batam 2024.

Artinya, partai kursi besar di Pilkada Batam tersisa hanya PKS dan PDI Perjuangan yang dapat digunakan Marlin Agustina dengan Jefridin atau kandidat lainnya.

Tanpa PKS dan PDI Perjuangan maka pilkada Batam tanpa lawan.

Jika model bloking partai ini dipakai seluruh Indonesia, tak perlu pemilihan langsung cukup dengan pemilihan lewat DPRD saja sudah cukup. Karena tak melibatkan rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Namun, partai non koalisi di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) masih ada PKS dan PDIP yang masih cukup kursi untuk menyelamatkan demokrasi di Kota Batam.

Andaikan PKS dan PDIP juga ikut bergabung ke gerbong besar, maka masih ada kota kosong yang bisa dilawan.

Baca juga: Superkoalisi Partai Usung Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra di Pilkada Batam

Namun, saya meyakini PKS dan PDIP partai yang tidak rela proses demokrasi menjadi cacat (flawed democracie) atau menjadi palsu (false) disebabkan tidak adanya proses pemilu hingga pemungutan suara.

Marlin Agustina yang memiliki hubungan ke keluargaan dengan trah raja raja Penyengat tidak akan menyerah sampai proses pendaftaran ditutup KPU kota Batam.

Ibarat memasuki rumah, pintu sudah dibuka lebar oleh PDIP dan PKS.

Foto Ketua DPD PDIP Provinsi Kepulauan Riau Soerya Respationo tersenyum lebar menerima Jefridin yang tak lain calon wakil walikota Marlin setidaknya menjadi kode bahwa PDIP akan menyelamatkan demokrasi Batam.

Dan itu pernah mereka lakukan di tahun 2020 ketika PDIP mengusung Alias Wello berpasangan dengan Dalmasri Syam di menit akhir pendaftaran.

Andaikan PDIP waktu itu tak mengusung Alias Wello, maka terjadi pilkada lawan kotak kosong.

Dan itu sangat melakukan bagi demokrasi karena rakyat tak dilibatkan dalam proses pemilihan pemimpin mereka.

Lagi lagi ini soal keinginan publik pesta demokrasi yang kita impikan itu ada pertandingan yang pemenangnya ditentukan oleh sang pemilik suara yakni rakyat. Dan ikhtiar itu sedang berlangsung. *

Robby Patria

Direktur Perwakilan Public Trust Institute Kepri/ Ketua Satu Pena Kepulauan Riau/ Dewan Pakar ICMI Pusat

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved