Kamis, 14 Mei 2026

Batam Terkini

Oknum Kepala Sekolah SMK di Batam Cium Stafnya Secara Paksa, Korban Kini Takut Masuk Kerja

Dari informasi yang diperoleh, kasus ini terjadi pada 24 Juni 2024 lalu, dimana staff perempuan berinisial R mendapat perlakukan tidak sepantasnya dar

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Kompas.com/ Ericssen
Kepala Sekolah SMK lakukan pelecehan terhadap stafnya di Kantor 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Santer terdengar kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah di Batam.

Seorang pria yang merupakan kepsek SMK di Batam melakukan tindakan pelecehan terhadap staff perempuannya yang masih muda saat jam sekolah selesai.

Dari informasi yang diperoleh, kasus ini terjadi pada 24 Juni 2024 lalu, dimana staff perempuan berinisial R mendapat perlakukan tidak sepantasnya dari pelaku.

Mulanya R yang pada saat itu baru 2 hari bekerja di sekolah tersebut diminta untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan pada hari itu juga.

Hingga jam pulang pun tiba, seluruh siswa dan guru satu persatu mulai meninggalkan sekolahan, tinggal kepala sekolah dan staff perempuan tersebut. 

Baca juga: Daftar 5 Berita Populer Batam Hari Ini, Update Kepala Sekolah SDS Yos Sudarso III

Lalu, saat pekerjaan telah siap dan R hendak pulang tiba-tiba oknum kepala sekolah itu memeluknya dan mencium R layaknya sepasang kekasih.

"R ini berontak, setelah itu sudah tidak mau masuk bekerja lagi. Dulunya juga lulusan SMK di situ. Lulus 2 tahun lalu," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Semenjak saat itu, R sudah tidak masuk bekerja lagi padahal baru 2 hari bekerja sebagai staff di sekolah tersebut. 

Tokoh masyarakat dan warga yang mengetahui insiden tersebut lantas meminta pihak sekolahan untuk mengambil tindakan tegas.

Mengenai hal ini, Komite SMK tersebut, Eriyadiedo membenarkan adanya kasus dugaan pelecehan yang dilakukan oknum kepala sekolah.

Baca juga: Resmi Jadi Tersangka Kasus Pencabulan di Batam, Imigran Afganisatan Langsung Ditahan

"Siang kak, kami sebagai Komite sudah melakukan sesuai tupoksi kami berkoordinasi dan komunikasi dengan kacapdis, jadi langsung aja di tanyakan ke dinas atau ke kepsek nya," ujar Eriyadiedo saat dihubungi Tribun Batam, Minggu (21/7/2024).

Pihaknya telah melaporkan dugaan pelecehan ini kepada Disdik Kepri agar ditindak lanjuti guna sebagai pencegahan hal tersebut tak terjadi lagi.

"Ada laporan. Sudah kami laporkan ke pimpinan," ujar Kepala Kantor dinas pendidikan provinsi Kepri cabang Batam, Kasdiyanto.

Ia juga menuturkan telah melakukan mediasi antara korban dan juga oknum kepala sekolah, bahwa tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut benar dilakukan.

"Saat ini sudah kami pertemukan keduanya antara korban dan kepsek, kami kumpulkan data. Dalam waktu dekat akan disampaikan hasilnya langsung," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved