Jumat, 10 April 2026

Batam Terkini

Semangat Lurah Muka Kuning Ubah Ctra Negatif Kawasan Simpang Dam yang Terkenal Negative

Lurah Muka Kuning, Yopi Himawan Perdana, menjelaskan program Bersinar melibatkan intervensi yang komprehensif dan berbasis masyarakat.

Editor: Eko Setiawan
tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom saat beri sambutan di Kelurahan Mukakuning, Jumat (19/7/2024). BNN deklarasikan Desa Bersinar (Bersih Narkotika) di kawasan Simpang Dam, Kelurahan Mukakuning, Sei Beduk, Kota Batam, pada Jumat (19/7/2024). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM -  Belum lama ini, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) resmi mencanangkan program Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kampung Aceh. Program merupakan bagian dari strategi nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di seluruh Indonesia.

Lurah Muka Kuning, Yopi Himawan Perdana, menjelaskan program Bersinar melibatkan intervensi yang komprehensif dan berbasis masyarakat.

"Kami akan melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, dan kegiatan keagamaan," ujarnya. "

"Kami juga akan membentuk kelompok-kelompok masyarakat yang berperan aktif dalam mengawasi dan mencegah peredaran narkoba,"lanjutnya.

Baca juga: BNN RI Canangkan Kawasan Simpang Dam Batam Bersih Narkoba

Berdasarkan catatan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kota Batam, Kelurahan Muka kuning dihuni lebih kurang sekitar 7.000 jiwa.

Sebagian besar merupakan warga yang datang dari berbagai daerah untuk bekerja di kawasan industri terdekat. 

Khusus untuk Kampung Aceh, kondisi sosial ekonomi yang kompleks dan legalitas lahan yang belum jelas menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program Bersinar.

Soal lahan, kawasan disebutkan sebagai kawasan industri, bukan kawasan pemukiman. Namun, Yopi optimis program Kelurahan Bersinar dapat berhasil dengan dukungan dari semua pihak.

Selain isu narkoba, Kampung Aceh di Kelurahan Muka Kuning juga menghadapi tantangan lingkungan seperti banjir. Soal itu, Yopi menjelaskan  banjir yang kerap melanda di lokasi disebabkan oleh kondisi geografis yang berada di daerah resapan air.

"Dan itu juga peruntukannya bukan untuk tempat tinggal. Ya kita paling dengan memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bagaimana membersihkan lingkungan, parit jangan dijadikan tempat sampah, apalagi parit atau badan air dijadikan rumah,"kata Yopi Himawan Perdana.

Baca juga: Polisi Bersihkan Sampah di Simpang Dam Dalam Rangka HUT RI ke 78

Terkait stigma negatif yang selalu dikaitkan pada Kampung Aceh, Yopi menegaskan program Kampung Bersinar juga bertujuan untuk mengubah citra tersebut. Semoga kedepan citra tersebut katanya tidak ada lagi.
 
"Sebetulnya seperti yang dibilang pak Kepala BNN beberapa waktu lalu narkoba ini kan butuh niat-niat yang betul-betul niat tulus dalam memberantasnya dan yang penting lagi butuh kerjasama antar sektor tidak bisa secara sendiri-sendiri bagian penegakan hukumnya ada bagian-bagiannya, ada bagian pemberdayaan, saya selama ini bekerja kan sesuai porsi saya di bidang pemerintahan, ya kami rutin melakukan kegiatan-kegiatan pemberdayaan, kegiatan-kegiatan bantuan sosial,"pungkasnya. (AMINUDDIN/TRIBUNBATAM.id)

Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved