Minggu, 12 April 2026

DUGAAN ASUSILA DI SMKN 8 BATAM

Breaking News, Disdik Kepri Nonaktifkan Kepala SMKN 8 Batam Imbas Dugaan Asusila

Disdik Kepri melalui cabang Disdik di Batam menonaktifkan Kepala SMKN 8 berinisial Bs buntut dugaan asusila kepada seorang stafnya.

|
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Potret SMKN 8 Batam. Cabang Dinas Pendidikan di Batam menonaktifkan kepala SMKN 8 Batam berinisial Bs imbas dugaan asusila kepada stafnya. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus dugaan asusila di SMKN 8 Batam mengungkap fakta baru.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau atau Disdik Kepri menonaktifkan Bs sebagai kepala sekolah di sana.

Kasus dugaan asusila di Batam itu melibatkan seorang staf perempuan yang baru bekerja dua hari di sekolah tersebut.

"Sesuai arahan pimpinan, Beliau sudah di nonaktifkan sebagai Kepala SMKN 8 Batam," ujar Kacabdisdik Kota Batam, Kasdiyanto kepada TribunBatam.id, Senin (22/7/2024) siang.

Langkah ini diambil setelah mempelajari laporan dari berkas yang masuk, termasuk hasil pertimbangan Disdik Kepri.

Sementara itu, Kepala Disdik Kepri, Andi Agung yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan bahwa permasalahan itu telah diserahkan ke Kacab Disdik Kota Batam.

"Iya untuk kasusnya sudah dilimpahkan ke Batam," kata Andi Agung singkat.

Sebagai informasi, kasus dugaan asusila di Batam ini terjadi pada 24 Juni 2024.

Seorang staf perempuan berinisial R diduga mendapat perlakukan tak senonoh dari Bs.

Ketika itu, R yang baru dua hari bekerja di sekolah tersebut diminta untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan pada hari itu juga.

Hingga jam pulang pun tiba, seluruh pelajar dan guru mulai meninggalkan sekolah, tinggal kepala sekolah dan staff perempuan tersebut.

Baca juga: Oknum Kepala Sekolah SMK di Batam Cium Stafnya Secara Paksa, Korban Kini Takut Masuk Kerja

Saat pekerjaan telah siap dan R hendak pulang tiba-tiba oknum kepala sekolah itu memeluknya dan mencium R layaknya sepasang kekasih.

"R ini berontak, setelah itu sudah tidak mau masuk bekerja lagi. Dulunya juga lulusan SMK di situ. Lulus 2 tahun lalu," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.

Semenjak saat itu, R sudah tidak masuk bekerja lagi padahal baru 2 hari bekerja sebagai staff di sekolah tersebut.

Tokoh masyarakat dan warga yang mengetahui insiden tersebut lantas meminta pihak sekolahan untuk mengambil tindakan tegas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved