Batam Terkini
Apindo Kepri Minta Pemerintah Sosialisasikan Soal Izin Barang Import ke Pelaku Usaha
Dalam pernyataannya, Stanly menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para pedagang.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Stanly Rocky menanggapi isu adanya razia barang impor di BCS Mall.
Dalam pernyataannya, Stanly menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada para pedagang.
Sebab menurutnya, selama ini banyak pedagang yang belum mengetahui persyaratan dan perizinan yang dibutuhkan di wilayah Batam.
"Batam ini adalah wilayah FTZ (Free Trade Zone), di mana kita dapat mengimpor barang tanpa pemeriksaan bea cukai dan dapat langsung masuk. Namun, perlu adanya izin khusus yang harus dipenuhi," ujar Stanly Rocky, Rabu (24/7/2024).
Ia berharap pemerintah dapat melakukan sosialisasi dan melakukan pembinaan kepada para pedagang, agar pemilik usaha ataupun toko tidak merugi.
"Makanya kita turun kita lihat sosialisasi ke para pedagang. Yang kita harapkan pada pemerintah kan dapat melakukan sosialisasi, pembinaan dan bukan dibinasakan toko-toko ini, karena akan mengganggu perekonomian kita," imbuhnya.
Stanly juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama dengan pemerintah telah turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi kepada para pedagang dan importir terkait izin yang diperlukan.
"Harapannya dari sosialisasi ini agar para pedagang serta importir barang memahami izin apa saja yang dibutuhkan agar jangan main ilegal importir," kata Stanly.
Lebih lanjut, Stanly mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan ekonomi di Batam, terutama di sektor industri dan pabrik tekstil.
Menurutnya, banyak pabrik mengalami krisis akibat penurunan orderan dari pasar ekspor seperti Amerika dan Eropa yang tengah dilanda krisis.
Hal ini memaksa pabrik-pabrik di Batam untuk fokus pada pasar domestik, namun mereka harus bersaing dengan produk import yang lebih murah.
"Anda bisa bayangkan pabrik-pabrik yang memiliki ribuan karyawan harus kalah bersaing dengan pedagang importir. Kita sebagai masyarakat di Kota Batam harus melindungi pabrik yang memiliki ribuan karyawan daripada pedagang yang mengimpor barang secara ilegal," kata Stanly.
Stanly berharap pemerintah dapat lebih aktif dalam memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada para pedagang dan importir agar perekonomian Batam dapat berkembang dengan baik tanpa harus merugikan industri lokal yang ada di Indonesia. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca berita Trinbunbatam.id lainnya di Google News
Polisi di Batam Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Alami Sakit |
![]() |
---|
Mahasiswi Ungkap Beratnya Jadi Guru di Pulau, Ini Respons Wali Kota Batam |
![]() |
---|
Amsakar Jawab Tuntutan Mahasiswa, Ajak Sosialisasi Kesadaran Warga soal Sampah dan Banjir |
![]() |
---|
BEM SI Kepri Nilai Kebijakan Investasi Batam Jauh dari Kepentingan Rakyat |
![]() |
---|
Batam Jadi Tempat Penyelundupan Manusia, Sepanjang Tahun Polda Kepri Tangkap 84 Mafia TKI |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.