Senin, 13 April 2026

BATAM TERKINI

Nika Astaga Meradang, Rapat BUP dengan Pengelola Baru Pelabuhan Batam Center Bubar

Nika Astaga meradang. Sebab sebagai pengelola Pelabuhan Batam Center saat ini pihaknya tak dimintai izin ada rapat BUP dengan pengelola baru pelabuhan

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
Manager Operasional PT Synergy Tharada Nika Astaga selaku pengelola Pelabuhan Batam Center saat ini bubarkan rapat BUP bersama perusahaan pemenang lelang pelabuhan di ruang rapat Pelabuhan Batam Center, Kamis (25/7/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jelang masa transisi pengelolaan Pelabuhan Batam Center masih menyisakan tanda tanya bagi manajemen saat ini.

Sebab sepekan jelang peralihan manajemen, PT Synergy Tharada sebagai pengelola pelabuhan saat ini mengaku belum ada komunikasi dari pihak Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan perusahaan pemenang lelang Pelabuhan Batam Center--PT Metro Nusantara Bahari dengan pihaknya.

Tiba-tiba, tanpa seizin manajemen pengelola saat ini, BUP Batam bersama perusahaan pemenang lelang melakukan rapat di ruang rapat pelabuhan, Kamis (25/7/2024).

Kondisi itu lantas membuat pengelola pelabuhan saat ini meradang. Rapat BUP yang dipimpin GM Pelabuhan, Benny dengan pemenang lelang pelabuhan bubar, setelah Manager Operasional PT Synergy Tharada, Nika Astaga mempertanyakan maksud pertemuan itu.

Baca juga: Pengelola Pelabuhan Batam Center Berganti Setelah 22 Tahun, Synergy Tharada Sayangkan Ini

“Saya tidak tahu maksud rapat pertemuan mereka. Mereka tidak menyurati kita. Kalau prosedurnya, mereka harus bersurat dulu antara BP dengan Synergy. Bukan pemberitahuan melalui WA. Saya di WhatsApp jam 9 izin adakan rapat, rapatnya jam 10,” ungkap Nika kesal.

“Saya tegaskan, sampai saat ini pengelolaan Pelabuhan Batam Center masih dipegang kendali Synergy Tharada,” tegas Nika.

Menurut Nika, rapat tersebut membahas jaringan dan aplikasi yang ada saat ini di pelabuhan.

Dalam pertemuan itu dihadiri BUP, jaringan Telkomsel dan perusahaan pemenang lelang. Sedangkan menurut Nika, sesuai peraturan tidak ada korelasi antara BUP dengan pemenang lelang dan para tenant.

“Karena tenant kontrak dengan Synergy Tharada. Ini BUP bahas sistem jaringan tanpa libatkan pengelola. Seharusnya mereka ada bersurat lah, tidak serta-merta langsung datang dan rapat. Kita menyayangkan cara dan etika mereka terhadap tuan rumah,” katanya.

Baca juga: PT Metro Nusantara Bahari Menang Lelang Pengelolaan Pelabuhan Batam Centre

Rapat pertemuan yang telah diagendakan BUP pagi itu pun bubar. Dimintai tanggapannya, GM Pelabuhan BUP Batam, Benny enggan berkomentar atas pertemuan itu.

“Saya tidak punya kewenangan untuk menjawabnya,” jawab Benny singkat langsung meninggalkan pelabuhan.

Sebelumnya diberitakan, masa kontrak pengelolaan Pelabuhan Batam Center akan segera berakhir pada 1 Agustus 2024 mendatang.

Baca juga: 22 Tahun Jadi Pengelola Pelabuhan Batam Centre, PT Synergy Tharada Sebut Tak Diberi Tahu Ada Lelang

Tinggal hitungan hari, pengelolaan pelabuhan itu akan diambilalih pemenang tender yang baru. Yakni PT Metro Nusantara Bahari.

Hanya saja, jelang masa berakhir kontrak pelabuhan masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi PT Synergy Tharada yang telah 22 tahun lamanya memegang kendali atas pelabuhan itu. Itu gegara belum ada pembahasan soal proses peralihan, aset dan lainnya. (TRIBUNNATAM.ID/bereslumbantobing)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved