Minggu, 12 April 2026

KEPRI TERKINI

Gubernur Kepri Minta Transportasi Laut Perhatikan Life Jacket dan Kapasitas Penumpang

Evaluasi musibah kecelakaan laut yang terjadi di Anambas, Gubernur Kepri Ansar Ahmad ingatkan soal pentingnya life jacket bagi keselamatan penumpang

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad saat mengikuti apel latihan penangulangan bencana di Tugu Sirih, Tanjungpinang, Senin (29/7/2024). Ansar bicara soal pentingnya life jacket bagi moda transportasi laut 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meminta mode transportasi laut untuk benar-benar memperhatikan ketersedian life jacket dan kapasitas penumpang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Ansar, sebagai evaluasi atas musibah kecelakaan laut yang terjadi di Kepulauan Anambas.

“Untuk life jacket, kami kira bukan hanya pemerintah daerah saja yang sudah melakukan program pembagian, bahkan instansi lainnya ikut serta. Hanya saja laporan diterima, paling lama seminggu sudah gak ada lagi life jacketnya,” ujarnya, Senin (29/7/2024) usai menghadiri apel latihan penanggulangan bencana di Tanjungpinang.

Ansar mengatakan, ketersedian life jacket sangat penting bagi penumpang, terutama terkait keselamatan saat terjadi musibah.

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Kapal KM Samarinda yang Tenggelam di Perairan Anambas Kepri

“Ini harus jadi perhatian serius bagi semua pihak. Termasuk mode transportasi laut, dan instansi yang berwenang mengawasi,” ucapnya.

Selain life jacket, Ansar juga mengingatkan, agar mematuhi kapasitas penumpang.

“Termasuk kapasitas kapal, bila sudah tidak bisa mengangkut penumpang atau barang, tegas untuk menolak. Jangan memaksakan banyak penumpang atau rayuan penumpang,” ujarnya mengingatkan.

Pantauan Gelombang Laut 7 Hari ke Depan

Sementara itu, untuk potensi gelombang laut 7 hari ke depan di perairan Kepri pada ketinggian 1,25 sampai 2,50 meter, akan terjadi di wilayah perairan Natuna dan Anambas.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Suratman.

Ia menyampaikan, informasi prakiraan gelombang berlaku hingga 7 hari kedepan yang memuat prakiraan tinggi gelombang dan potensi hujan lebat disertai petir.

Baca juga: Terungkap Penyebab Kapal Pompong KM Samarinda Tenggelam di Perairan Anambas

“Prakiraan gelombang satu minggu ke depan mencakup prakiraan gelombang per hari, khusus untuk prakiraan hari pertama hingga hari ketiga ditambahkan prakiraan potensi hujan lebat disertai kilat / petir di wilayah perairan Indonesia,” jelasnya. (Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved