Kamis, 30 April 2026

LINGGA TERKINI

Kasus Diare di Lingga Marak Dialami Balita, 2 Pasien Meninggal, Ini Seruan Dinkes

Gejala penyakit diare mulai marak dialami oleh balita di Kabupaten Lingga. Catatan Dinkes, ada dua balita meninggal akibat diare pada Juli 2024

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Febriyuanda
Potret ruang UGD di RSUD Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Dokter Spesialis Anak di RS sebut, lonjakan kasus diare terus berdatangan ke rumah sakit pada Juli 2024. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Gejala penyakit diare mulai marak dialami oleh balita di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Pasalnya pada Juli tahun 2024, sudah dua balita meninggal akibat diare, khususnya di wilayah penanganan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep.

Dokter Spesialis Anak, dr Indra menyampaikan, lonjakan kasus diare terus berdatangan ke rumah sakit pada Juli 2024.

“Sampai saat ini (Juli), kasus diare masih cukup tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya,” ungkap Indra.

Baca juga: Penyakit Diare pada Anak Tertinggi di Kepri

Indra menerangkan, kebanyakan pasien yang datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD bukanlah bayi, melainkan balita dan remaja.

Namun, bayi berusia kurang dari empat bulan yang dinyatakan meninggal dunia, diduga mengalami dehidrasi parah dan masih dalam proses otopsi verbal.

Hasil pemeriksaan lanjutnya, menunjukkan bahwa bayi-bayi tersebut mengalami dehidrasi yang sangat tinggi.

“Pasien masuk karena kejang dan demam tinggi. Bisa jadi karena infeksi di susunan saraf pusat atau meningitis. Akan tetapi jika dilihat dari gejala lainnya, memang mengarah ke kasus diare ini,” tambah Indra.

Ia juga menjelaskan, gejala yang dialami pasien lebih mengarah ke dehidrasi, akibat terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan medis.

Indra menekankan, pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera membawa anak-anak mereka yang sakit ke UGD.

“Diharapkan masyarakat lebih peka dan segera membawa anak mereka yang sakit ke UGD untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya,” tegasnya.

Biasanya, gejala diare pada bayi dan anak-anak di bawah lima tahun disusul dengan diare cair yang semakin memperburuk kondisi pasien.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lingga, dr Bukit Tua Rayanto Gultom, meminta orangtua ikut mengawasi anak, agar tidak jajan sembarangan dan istirahat yang cukup.

Baca juga: Cara Alami Mengobati Diare pada Anak, Coba Saja 5 Bahan Alami Ini

Saat ini, tim kesehatan dari puskesmas rutin melakukan pemantauan langsung ke pemukiman warga, guna memastikan tidak ada yang terjangkit diare ataupun muntaber.

Bukit menjelaskan, berbagai langkah antisipasi sudah diupayakan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved