Kamis, 16 April 2026

Batam Terkini

Usai Klaim Karya Orang Lain, Siswa SMK di Batam Minta Maaf Sudah Bikin Gaduh

Namun, tak lama setelah video tersebar luas, konten kreator asli dari animasi tersebut mengklaim bahwa video itu adalah karya miliknya yang dicuri dan

Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Istimewa
Suplikan Anime yang diklaim oleh pelajar SMK di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batam meminta maaf setelah video animasi yang diklaim sebagai karyanya viral di media sosial.

Dalam pengakuannya video tersebut ternyata milik seorang konten kreator lain bernama Riandy.

Siswa SMK di Batam ini mengatakan bahwa, pemilik konten yang sah merupakan seorang mahasiswa di Sulawesi.

Video animasi yang diunggah di salah satu media online tersebut menarik perhatian publik dan menjadi viral. 

Awalnya pujian membanjiri, karya siswa berbakat tersebut. 

Namun, tak lama setelah video tersebar luas, konten kreator asli dari animasi tersebut mengklaim bahwa video itu adalah karya miliknya yang dicuri dan diposting ulang tanpa izin.

Menanggapi hal itu, pelajar yang masih duduk di kelas 2 SMK bersama dengan ibunya itu akhirnya menyampaikan permintaan maafnya.

Baca juga: Belajar Otodidak, Siswa SMKN 4 Batam Bekreasi Bikin Anime Jepang yang Menabjukan

"Anak saya mengakui kesalahannya, kami benar benar minta maaf dia sampai tak berani lagi untuk sekolah karena trauma dapat komentar negatif. Sudah minta maaf juga ke pemilik aslinya, dan dimaafkan," ujar Jenifer, ibu dari siswa tersebut saat mendatangi kantor Tribun Batam, Kamis (5/9/2024)

Ibu 3 anak itu juga menyampaikan bahwa telah mendatangi sekolahan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

"Sudah datang ke sekolahan juga, dan atas kejadian ini bisa menjadi pembelajaran buat anak saya kedepannya," sambungnya.

Wanita yang kesehariannya sebagai buruh gosok baju itu menuturkan bahwa selama ini anaknya memang sangat gemar menggambar animasi.

"Kalau suka gambar dia sangat suka dari kecil. Tapi kami belum bisa membelikan untuk drawing padnya itu," kata Jenifer.

Usai kejadian ini, Jenifer mengungkapkan bahwa sang anak terancam di keluarkan dari sekolahan.

"Sudah berbicara juga dengan pihak sekolah. Yang saya khawatirkan, mungkin buat mental anak saya, dapat tekanan sosial dari teman-temannya, kena bully," imbuhnya.

Baca juga: Anya Geraldine dan Marion Jola Cosplay jadi Anime di Pesta Ulang Tahun

Setelah kejadian ini, demi sang anak dapat melanjutkan pendidikannya ia berencana memindahakan siswa kelas 11 jurusan DKV itu ke sekolah lain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved