PENEMUAN MAYAT DI KARIMUN
Didatangi lewat Mimpi, Ibunda Cintami Ungkap Pesan Anaknya: Diminta Datang ke Sekolah
Ibunda Cintami, remaja 16 tahun di Karimun yang nekat lompat ke laut, ngaku sempat didatangi mendiang anaknya lewat mimpi supaya datang ke sekolah
KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Kematian Cintami Putri Febriza (16), siswi SMA Negeri 1 Kundur di Karimun, Kepri yang melompat ke laut, masih meninggal duka mendalam bagi keluarganya.
Ibunda korban, Sarli Aminanda atau yang akrab disapa Beby, menyebut hasil visum mendiang Cintami telah diterima pihak keluarga.
Ia pun menepis isu yang beredar terkait kematian anaknya.
"Ada yang bilang kemarin indikasinya hamil tiga bulan, tetapi itu tidak benar. Hasil visumnya sudah keluar," ujar Beby, Selasa (10/9/2024).
Baca juga: Breaking News, Penemuan Mayat Remaja Putri di Karimun, Pencarian Cintami Dihentikan
Diketahui, polisi masih melakukan penyelidikan soal motif korban mengakhiri hidupnya.
Pemeriksaan telah dilakukan polisi kepada Kepala SMA Negeri 1 Kundur Zurkani, sejumlah guru dan siswa, beberapa waktu lalu.
Beby menyebut, dari bukti pesan korban ke teman dekatnya, Cintami sempat berniat bunuh diri di kawasan Pantai Lubuk, Kundur.
"Temennya ada cerita ke saya, kalau Cinta sering diejek di kelas, sering nangis, setiap ditanya selalu bilang enggak apa-apa. Dan kemarin Cinta ada minta temankan ke Pantai Lubuk sama temannya. Sampai di pantai, Cinta malah keluarkan pisau," ujarnya.
Beby menyebut, saat itu temannya sempat bertanya mengapa Cintami membawa pisau.
"Cinta jawab aku udah capek dibully, terus aku mau bunuh diri," kata Beby.
Ia menyebut, anaknya itu tak memiliki masalah keluarga di rumah.
"Kalau di rumah tidak ada masalah apa-apa, karena dia (korban) paling kesayangan di rumah," ujarnya.
Kematian korban menjadi duka yang mendalam bagi seorang ibu yang telah mengandung dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Cintami Putri Febriza.
Beby menuturkan, ia sempat didatangi almarhumah anaknya lewat mimpi. Dalam mimpi itu, Cintami menyampaikan pesan untuk datang ke sekolah, melihat temen-temen sekelasnya.
Baca juga: Remaja Karimun Tewas Diduga Korban Bullying, Polisi Periksa Guru Hingga Teman Cinta
"Cinta datang ke mimpi saya, dia minta saya ke sekolah dan lihatin temennya satu-satu di kelas," ujarnya.
Beby mengaku sempat meminta izin kepada Kepala SMA Negeri 1 Kundur saat yang bersangkutan datang menyampaikan bela sungkawa ke kediamannya, pada Rabu 4 September 2024, soal rencana datang ke sekolah itu.
"Awalnya Kepseknya mengizinkan saya datang ke sekolah Senin kemarin, tetapi begitu saya ke sekolah, saya justru tidak diizinkan masuk ke kelas. Alasannya harus izin dulu ke Dinas Pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, pihak sekolah telah memberatkan pihak keluarga korban untuk datang ke sekolah, dengan alasan takut muridnya tidak mau bersekolah.
"Kepseknya khawatir siswanya akan down, sementara anak saya sudah tidak ada lagi. Saya datang ke sekolah cuma mau meminta kesaksian kalau anak saya ini dibully," ujarnya sambil terisak.
Penemuan Mayat Korban
Sebelumnya diberitakan, pencarian Cintami Putri Febriza, seorang remaja di Karimun yang dilaporkan hilang sejak Senin (2/9/2024) akhirnya membuahkan hasil.
Remaja putri berumur 16 tahun itu ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di Perairan Pulau Panjang, Desa Degong, Kecamatan Belat, Rabu (4/9/2024).
Cintami ditemukan dengan kondisi tubuh mengapung serta masih mengenakan seragam sekolah putih abu-abu.
Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sarianto mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh nelayan sekira pukul 10.00 WIB.
"Benar, korban ditemukan oleh nelayan dengan kondisi yang mengambang. Kemudian melaporkan itu ke pihak desa sekira pukul 10.00 WIB," ujar Iptu Sarianto.
Jenazah remaja putri di Karimun itu dibawa ke RSUD Tanjungbatu.
Kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Baca juga: Remaja 16 Tahun di Karimun Nekat Lompat ke Laut Diduga Jadi Korban Bullying
Cintami Putri Febriza sebelumnya dilaporkan berada di dermaga Airud, Kampung Balak, Sei Sebesi, Kecamatan Kundur kemudian terjun ke laut.
Dugaan awal, ia nekat terjun ke laut karena kerap menjadi korban perundungan (bullying) oleh rekan-rekannya.
Disclaimer: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi.
Atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa. (TRIBUNBATAM.id / Yeni Hartati)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Warga Karimun Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tak Bernyawa di Belakang Kedai Kopi saat Lebaran |
|
|---|
| Pria di Karimun Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Kamar Kos, Saksi Cium Bau Busuk di Lokasi |
|
|---|
| Tragedi Pohon Jengkol, Lansia di Karimun Ditemukan Tewas Tak Wajar di Desa Sawang Laut |
|
|---|
| Lansia Sebatang Kara Ditemukan Tewas di Rumah, Kondisi Sudah Membusuk |
|
|---|
| Penemuan Mayat di Bedeng Belakang Kafe Janji Jiwa Karimun, Ini Identitas dan Kronologinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2024-09-02-at-190639.jpg)