Senin, 20 April 2026

CUACA EKSTREM DI NATUNA

Dampak Cuaca Ekstrem di Natuna Ganggu Pelayaran Kapal, BMKG Minta Warga Waspada

Dampak cuaca ekstrem di Natuna ganggu jadwal pelayaran di sana. Mulai dari KMP Bahtera Nusantara hingga Sabuk Nusantara.

TribunBatam.id/Birri Fikrudin
CUACA EKSTREM DI NATUNA - Kapal Bahtera Nusantara 01 (Roro) saat bersandar di Pelabuhan Penagi, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri baru-baru ini. Dampak cuaca ekstrem di Natuna berdampak pada sejumlah pelayaran di kabupaten terdepan Indonesia ini. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Cuaca ekstrem di Natuna berdampak pada layanan transportasi laut di sana.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyelengara Pelabuhan Wilayah IV Natuna-Anambas, Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Fadhal membenarkan dampak cuaca ekstrem di Natuna pada layanan transportasi laut itu.

Dia menyebut bahwa cuaca buruk di Natuna sangat mempengaruhi pelayaran beerapa kapal hingga keberangkatan tertunda.

"Di antaranya kapal penumpang Bahtera Nusantara 01 (Roro), yang dijadwalkan berangkat ke Midai pada 18 September, tapi baru bisa diberangkatkan pada 19 September kemarin," ungkapnya kepada TribunBatam.id di Ranai, Jum'at (20/9/2024)

Tidak hanya itu, kapal sabuk Nusantara 36 juga mengalami hal yang sama.

Sesuai jadwal, kapal perintis itu berangkat pada 17 September 2024 tujuan Pulau Laut. 

Baca juga: Kisruh Kadin, Kadin Natuna Tunggu Petunjuk Provinsi Selama Masa Transisi Kepemimpinan

Namun kapal tersebut baru boleh berangkat pada Jum'at 20 September 2024 siang.

"Selain kapal penumpang, kapal barang juga turut menunda keberangkatannya, informasi sementara besok baru bertolak ke Tanjung Pinang, ujar Fadhal.

Hal Senada juga di sampaikan Kepala Syahbandar Natuna Liberty Feri, ia menjelaskan saat ini pihaknya terus memonitoring pelayaran di Natuna maupun Anambas.
 
"Kami akan terus memastikan keadaan cuaca di Natuna, untuk mengantisipasi terjadinya resiko pada pelayaran kapal penumpang maupun kapal barang," katanya.

Dari informasi yang ia dapatkan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Natuna, telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi mulai 19 hingga 21 September 2024.

"Pada hari ini 20 September pukul 07.00 WIB hingga 21 September 07.00 WIB tinggi gelombang mencapai 1.25 hingga 2.5 meter yang berpeluang terjadi di laut Natuna," tutup Liberty. (TribunBatam.id/Birri Fikrudin)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved