Selasa, 19 Mei 2026

Bank Indonesia Luncurkan Central Counterparty untuk Pasar Uang dan Valas, Ini Manfaatnya

Bank Indonesia resmi meluncurkan Central Counterparty untuk transaksi derivatif di pasar uang dan pasar valuta asing, punya banyak manfaat

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
ISTIMEWA
Peluncuran Central Counterparty (CCP) di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/10/2024). 

Laporan Wartawan Tribunbatam.id, Batam, Aminuddin

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Central Counterparty (CCP) untuk transaksi derivatif di pasar uang dan pasar valuta asing (valas), Senin (30/9/2024) malam di Jakarta.

Peluncuran CCP merupakan tonggak penting dalam modernisasi pasar keuangan Indonesia dan merupakan bagian dari implementasi UU P2SK serta komitmen Indonesia terhadap G20.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sambutannya menyatakan, CCP akan membawa banyak manfaat, termasuk meningkatkan stabilitas sistem keuangan, meningkatkan transparansi, dan efisiensi pasar.

"CCP ini akan menjadi legacy bagi kita. Mari kita hadiahkan ini kepada bangsa dan negara, bagi masyarakat, dan terutama bagi industri sistem keuangan kita," ujar Perry Warjiyo saat peluncuran CCP di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (1/10/2024).

Ia menjelaskan, CCP merupakan amanat UU P2SK yang memberi mandat kepada BI sebagai regulator di pasar uang dan pasar valas.

"Ini adalah perwujudan blueprint pendalaman dan penguatan pasar keuangan yang kami luncurkan tahun 2019 dan akan kita perpanjang hingga 2023," katanya.

Baca juga: Kunjungan Kerjasama, Tribun Batam Serahkan Kliping Liputan ERB 2024 Kepada Bank Indonesia

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menambahkan  CCP merupakan elemen kunci dalam reformasi pasar derivatif.

"Dengan beroperasinya CCP, pasar derivatif di Indonesia akan menjadi lebih teratur, stabil, dan kredibel di mata investor," kata Mahendra Siregar.

OJK sendiri telah memberikan dukungan penuh dalam implementasi CCP ini, termasuk dalam penyiapan infrastruktur regulasi dan standar operasional.

"Sebagai regulator, OJK memberikan dukungan penuh atas implementasi agenda G20 over-the-counter derivative market reform," jelas Mahendra.

Pendirian CCP Merupakan hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk BI, OJK, Kementerian Keuangan, dan industri keuangan.

Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan kebermanfaatan CCP bagi pengembangan pasar uang dan valuta asing serta operasional yang berkelanjutan.

"Bertahun-tahun rekan-rekan perbankan mengeluhkan report yang tidak berkembang, domestik non-delivery forward yang kurang berkembang, dan berbagai transaksi pasar uang yang sebagian besar over the counter dan menghadapi counterparty risk. Akibatnya, harganya juga semakin mahal," ujar Perry. (Min)

( tribunbatam.id/aminuddin )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved