Asa Arison di Balik Kebun Hidroponik Samping Rumah
Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di KPU
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Pada awal senja di akhir pekan, Arison tersenyum tipis di pekarangan rumah. Pria berusia kepala lima itu berdiri semringah di tengah hamparan kebun hidroponik, persis di samping kediamannya.
Dia enggan bergeser barang sejengkal pun dari kebun buatannya di Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (28/3/2026) sore itu.
Kedua tangannya sibuk memisahkan satu demi satu bibit selada. Dengan hati-hati, dia kemudian memindahkan bibit-bibit itu dari persemaian ke instalasi peremajaan.
"Beginilah aktivitas saya di kebanyakan petang," celetuk Arison.
Sesekali senyumnya merekah. Harapannya tidak lekang di atas hamparan sayur-sayuran hijau yang mencuat segar di atas lubang-lubang pipa paralon. Semua hasil panen ini seakan menyiratkan pesan, asa tetap berjalan meskipun usia sang petani tidak muda lagi.
Ya, Arison memulai kebun buatan yang bernama hidroponik itu pada 2023 silam. Kala itu dia hendak memasuki masa pensiun dari pengabdiannya di Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) Provinsi Kepri.
Pikirannya sempat berkecamuk. Apa yang mesti dilakukan di usia seperti ini, ketika peluang kerja seolah mulai 'dirampas' oleh generasi muda.
"Nah, di situ muncullah ide untuk buat kebun hidroponik, " ujar mantan Ketua KPU Provinsi Kepri ini.
Baginya, ide tersebut cukup realistis. Hidroponik itu mudah dan murah meriah. Ia juga banyak mendatangkan manfaat di tengah kelangkaan komoditas sayur-sayuran sebagai penyumbang inflasi.
Bermodalkan pekarangan rumah seluas 300 meter persegi, ide kebun hidroponik itu dia wujudkan. Dia kemudian melengkapi beberapa peralatan lain semisal pipa-pipa paralon mulai dari 0,5 inci hingga 2,5 inci.
Dia lalu melubangi pipa-pipa tersebut dengan ukuran dan jarak yang presisi. Bibit-bibit selada, seledri dan sawi itu lantas disemaikan ke dalam lubang-lubang itu. Sirkulasi air dalam proses penyiramannya pun diatur sedemikian rupa dengan bantuan mesin pompa.
"Saya juga butuh baja ringan dan plastik UV untuk atap kebun hidroponik ini," terang Arison.
Dari peralatan yang murah meriah ini, secara rutin Arison bisa menghasilkan uang setiap bulan. Jumlahnya tergolong lumayan besar untuk sekadar membiayai air, listrik dan jajan anak-anak selain mengurangi belanja dapur rumah tangga.
Sebulan Arison bisa meraup Rp 2 – 3 juta dari kebun hidroponik buatannya. Jumlah tersebut akan semakin meningkat jika volume produksinya kian bertambah.
Arison sekeluarga menghabiskan 5 persen dari hasil produksi kebun buatannya untuk kebutuhan keluarga selama sebulan. Selebihnya 95 persen dijual ke para pengepul di sejumlah wilayah Kabupaten Bintan.
kebun hidroponik
Bank Indonesia Kepri
Kepala Bank Indonesia Kepri
Gubernur Kepri
Wakil Gubernur Kepri
Ansar Ahmad
Nyanyang Haris Pratamura
Rony Widjarto P
Bintan
Kepri
| Kadiskominfo Kepri Sebut Ruang Digital Tidak Aman, Minta Peran Keluarga Jadi Kunci |
|
|---|
| Jatanras Polda Kepri Bongkar Sindikat Judol di Batam, Beroperasi dari Rumah di Sambau Nongsa |
|
|---|
| Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura: Geografis Kepri Menuntut Kompetensi di Atas Standar |
|
|---|
| Natuna Dorong Percepatan Pembangunan Pelabuhan Laut Lewat FGD Bersama Kemenhub |
|
|---|
| Duduk Perkara Dugaan Pencurian 49 Ton Besi Bekas di PT BAI, Polres Bintan Segera Tetapkan Tersangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Arison-Petani-Hidroponik-di-Bintan.jpg)