Selasa, 28 April 2026

Kisah Mariani, Perempuan Batam yang Sukses dari Kerupuk Ikan

Dari rumah sederhana di kawasan Bengkong, Batam, lahir Azzuri Snack, sebuah usaha kecil yang dirintis Mariani di tengah himpitan ekonomi.

Penulis: Dewi Haryati | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Dewi Haryati
KURMA 2026 - Mariani, pemilik Azzuri Snack saat mengikuti event Kepulauan Riau Ramadan Fair (KURMA) 2026 yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Sabtu (7/3/2026) di One Batam Mall. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aroma ikan tenggiri yang digoreng hangat tercium setiap pagi dari sebuah rumah sederhana di Bengkong, Batam.

Di tempat inilah Mariani, perantau asal Karimun, memulai langkah kecilnya, menakar adonan, mengolah ikan hingga menjadi camilan renyah dan bergizi.

Dari rumah ini pula lahir Azzuri Snack, usaha kecil yang dirintis di tengah himpitan ekonomi, yang perlahan tumbuh dalam ekosistem ekonomi syariah, menjadi salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) olahan laut unggulan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Mariani bukanlah lulusan tata boga. Ia datang ke Batam tahun 1995 sebagai pekerja pabrik. Di kota ini pula perempuan kelahiran 1980 itu menemukan tambatan hati dan menikah.

Kehidupannya berjalan sederhana hingga satu fase sulit datang. Sang suami terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Sebagai istri, saya merasa kok tidak bisa membantu apa-apa. Bahkan sekadar beli garam," kata Mariani dalam satu kesempatan wawancara dengan Tribunbatam.id.

Kegelisahan itu menjadi titik balik. Dari sana, ia mulai melangkah bermodal keberanian.

Ia belajar secara otodidak. YouTube dan Google menjadi "sekolah" baginya saat itu.

Awalnya Mariani hanya membuat kue sederhana. Ia menitipkan bolu ke warung-warung dengan harga Rp1.000 per potong.

"Buat kue bolu itu sekitar tahun 2010," ujarnya.

Setiap pagi, sebelum mengantar anak ke sekolah, ia lebih dulu mengantar kue.

Anak keduanya yang masih kecil kala itu duduk di boncengan motor, ikut menemani dan menjadi saksi perjuangan seorang ibu.

Dari nama anaknya ini pula, Mariani menamai usahanya Azzuri Snack. Bukan sekadar nama. Ada doa, harapan, sekaligus pengingat perjuangannya dalam merintis usaha.

"Namanya Panzuri, dia yang paling rajin membantu waktu itu," tutur Mariani.

Melihat peluang dari laut

Tinggal di wilayah kepulauan membuat Mariani melihat peluang bisnis yang sangat potensial. Laut bukan sekadar sumber pangan, tetapi bisa menawarkan mimpi baru.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved