HIV AIDS DI BATAM
Tekan Kasus HIV di Batam, Dinkes dan Relawan Beri Obat Gratis Sampai Klub Malam
Dinkes Batam tak mau kasus HIV bertambah. Bersama sejumlah komunitas mereka mendatangi klub malam bagikan obat gratis ke wanita pekerja seks.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kasus HIV di Batam yang cenderung meningkat jadi atensi Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam/
Bersama sejumlah komunitas, Dinkes Batam meluncurkan program Pre-Exposure Prophylaxis (PreP).
Ini merupakan langkah preventif yang memberikan akses kepada obat antiretroviral (ARV) secara gratis bagi masyarakat yang berisiko tinggi terpapar HIV, seperti pekerja seks.
Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, PreP merupakan bentuk perlindungan bagi mereka yang memiliki risiko tinggi namun masih negatif HIV.
“Melalui program PreP, kami memberikan obat ARV kepada individu yang memenuhi kriteria, dan program ini disalurkan melalui mitra-mitra komunitas yang kami gandeng," ujar Didi, Sabtu (5/10/2024).
Baca juga: Kaum Gay di Batam Sumbang Kasus HIV, Dinkes Catat Ratusan Kasus Hingga Agustus 2024
Komunitas seperti Embun Pelangi, Yayasan Kompak Batam dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Batam turut terlibat dalam mendistribusikan obat ini.
"Pendekatan yang dilakukan bersifat sukarela dan anonim, karena kami ingin mereka merasa aman dan nyaman dalam menerima layanan ini," tambah Didi.
Selain komunitas, layanan PreP juga tersedia di beberapa fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Lubuk Baja dan Rumah Sakit Budi Kemuliaan.
Program yang diluncurkan awal tahun ini diharapkan dapat menurunkan angka penularan HIV di Batam, yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Didi menambahkan, tingginya angka penularan HIV di Batam menjadi tantangan serius.
Baca juga: Dinkes Batam Catat 218 Orang Positif HIV hingga April 2024, IRT Rentan Terinfeksi
Sepanjang 2024, Dinkes mencatat 527 kasus baru.
Dimana 61 di antaranya telah berkembang menjadi AIDs dan 56 orang dilaporkan meninggal dunia.
Angka tersebut diperkirakan akan menyamai atau bahkan melampaui jumlah kasus pada 2023 sebanyak 752 kasus.
"Dengan program PreP ini, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan HIV serta menekan jumlah kasus baru di masa mendatang," pungkasnya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Tekan-kasus-HIV-di-Batam-agar-tidak-bertambah-sdckln.jpg)