Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir di Batam

Apa Solusi Banjir di Batam? DBMSDA Akan Bangun Stasiun Pompa Banjir Selain Normalisasi Drainase

Banjir yang melanda Batam hari ini, Senin (14/10) menjadi atensi berbagai pihak. Sebab tak hanya satu wilayah saja namun hampir merata di Batam

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
Kondisi banjir di Jalan Letjend R Suprapto, Batam, Senin (14/10/2024) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Banjir yang melanda Kota Batam hari ini, Senin (14/10/2024) menjadi atensi berbagai pihak.

Sebab lokasi banjir itu tak hanya di satu wilayah saja, namun hampir merata di seluruh Batam.

Masyarakat yang terdampak banjir banyak mengeluhkan kondisi rumah hingga barang-barang mereka terimbas dari banjir.

Terkait banjir yang sering melanda Batam, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) Kota Batam berencana membangun stasiun pompa banjir mulai tahun depan. 

Baca juga: Berita Populer Batam Hari Ini, Banjir Tembesi Tower, Penemuan Mayat Wanita Hingga Pasir Laut

"Untuk solusinya nanti stasiun pompa banjir akan kita bangun di muara-muara untuk dibuang ke laut. Namanya stasiun pompa banjir," ujar Kadis DMBSDA Batam, Suhar saat dihubungi Tribun Batam, Senin (14/10/2024).

Alasan mengapa menggunakan pompa air, karena fasilitas yang ada di Batam saat ini telah mengalami banyak perbaikan.

"Kenapa kita pakai itu, karena lingkungan kita rest up, jalan sudah jadi, rumah sudah jadi, terus drainase yang ada sudah optimal. Gak mungkin dilebarin," ujarnya. 

Menurutnya, banjir yang terjadi di Batam karena sistem saluran air tidak mampu mengalirkan air dengan cepat. 

"Ketika hujan deras, volume air yang datang terlalu banyak untuk ditampung saluran yang ada, sehingga menyebabkan banjir," kata Suhar.

Pompa air ini diharapkan dapat mempercepat pengaliran air di area rawan banjir seperti Jodoh, Nagoya, Baloi, Batam City Square (BTC), dan Bengkong. 

Pengadaan stasiun pompa tersebut tentu tak telepas dari anggaran.

Estimasi biaya pembangunan satu stasiun pompa banjir sekitar Rp25-30 miliar.

Lalu, pengadaan APBD tahun 2025 untuk wilayah Jodoh-Nagoya mencapai Rp20 miliar. 

"Pasar Induk Jodoh yang kita pilih lokasinya," kata Suhar.

Wilayah Jodoh hingga Nagoya dipilih mengingat wilayah tersebut rawan tergenang banjir. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved