Perampok di Batam Sasar Alfamart

Polisi Hadapi Kendala Ungkap Kasus Perampokan Alfamart di Batam, Pelaku Diduga Profesional

Dua pelaku perampokan Alfamart Saguba Batam masih berkeliaran bebas. Polisi akui hadapi kendala ungkap kasus ini. Diduga pelaku sudah profesional

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Dewi Haryati
zoom-inlihat foto Polisi Hadapi Kendala Ungkap Kasus Perampokan Alfamart di Batam, Pelaku Diduga Profesional
Ian sitanggang
MASIH LIDIK - Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Dony Alexander sebut kasus perampokan di Batam sasar Alfamart Saguba masih lidik. Polisi mohon doa dari masyarakat agar kasus ini bisa segera diungkap

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus perampokan di Alfamart Saguba, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepri, masih jadi Pekerjaan Rumah (PR) polisi.

Kasus perampokan di Batam yang melukai seorang karyawati itu terjadi pada Senin (2/9/2024) malam lalu.

Video CCTv yang merekam detik-detik perampokan itu pun viral di media sosial.

Sebulan lebih berlalu, aksi perampokan ini belum terungkap siapa dalang di baliknya. 

Pelaku masih berkeliaran bebas. Saat ini kasus perampokan viral di Batam itu masih dalam penyelidikan polisi.

Baca juga: Pelaku Perampokan di Batam Sasar Alfamart Sagulung Masih Bebas, Polisi: Mohon Doanya

"Mohon doanya saja, kita masih lidik," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri, Kombes Pol Dony Alexander, Rabu (16/10/2024).

Dia menjelaskan, banyak kendala yang dihadapi polisi di lapangan dalam mengungkap pelaku.

"Kendala yang kita hadapi, ada beberapa dan kita tidak bisa sebutkan karena masuk dalam penyidikan," kata Dony.

Dia mengatakan pelaku perampokan itu diduga sudah berpengalaman dan sudah profesional.

"Ini yang sedang kita dalami, jadi mohon doanya," kata Dony.

Buat Sayembara

Sebelumnya Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Dony Alexander membuat sayembara untuk warga Batam termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

Komisaris Besar Polisi itu bahkan siap mewakafkan gajinya selama satu bulan bagi warga yang membantu polisi memberikan informasi terkait identitas dan keberadaan pelaku perampokan di Batam itu.

“Kepada semua masyarakat yang dapat memberikan informasi kepada kepolisian tentang pelaku. Sebagai reward, saya akan wakafkan gaji saya satu bulan,” ujar Dony saat ungkap kasus di Mapolda Kepri, Rabu (4/9/2024).

Reward dengan satu bulan gaji diberikan Dirreskrimum Polda Kepri sebagai bentuk penghargaan pada masyarakat yang membantu polisi dalam mengungkap pelaku perampokan itu.

Dony mengaku sedih melihat kejadian perampokan di Batam itu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved