Mimpi Anambas Kepri Miliki Museum Daerah Terkendala Anggaran, Keuangan Terbatas

Bupati Anambas Abdul Haris sebut pembangunan museum daerah sudah pernah diwacanakan. Namun saat ini fokus pihaknya masih ke infrastruktur, kesehatan

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak
WACANA MUSEUM ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris bicara soal pembangunan museum daerah sudah lama diwacanakan pihaknya. Namun keuangan daerah terbatas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum memiliki museum daerah, di usianya ke 16 tahun sebagai kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Natuna. 

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengatakan, belum adanya kelengkapan struktur pra sejarah daerah itu, karena konsentrasi pihaknya masih dipusatkan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. 

Bukan tidak prioritas, menurut Haris, di setiap kabupaten/kota memang penting adanya keberadaan museum daerah, termasuk balai adat dan perpustakaan. 

Memimpin Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Wan Zuhendra selama dua periode, keberadaan museum daerah memang sudah diwacanakan.

Baca juga: Ratusan Pelajar Belajar Sejarah Melalui Museum Linggam Cahaya Daik Lingga

Namun, karena faktor keterbatasan keuangan daerah, pihaknya harus lebih bijaksana menentukan arah dan konsentrasi pembangunan. 

"Wacana itu pasti ada, tapi kan hari ini pemerintah daerah tidak bisa dengan cara bimsalabim. Kita untuk memenuhi infrastruktur jalan saja, masih Senin - Kamis (anggaran sulit), belum lagi untuk menyejahterakan masyarakat, sisi kesehatan, pendidikan dan sosial masyarakat," ujarnya, Kamis (17/9/2024). 

Dari penilaian Haris, Anambas dengan usianya yang masih muda dan penduduknya yang tergolong sedikit, akan kurang tepat jika dibangun museum. 

Sebab dengan mahalnya bangunan infrastrukurnya nanti, tidak relevan dengan jumlah kunjungan museum yang datang. 

"Ini sebenarnya bisa dibangun, tapi costnya membangun ini bukanlah murah tentu sampai miliaran. Hal ini kan tak sebanding dengan kunjungannya dan investasi ekonomi nantinya di Anambas, maka dari itu perlu kebijaksanaan," kata Haris. 

Kendati begitu, Haris berharap agar Anambas ke depan dapat memiliki museum daerah untuk menyimpan barang-barang pra sejarah sebagai identitas lokal Anambas.

Baca juga: 4 Keris Benda Cagar Budaya yang Diamankan Lanud RSA Disimpan di Museum Bahari Natuna

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Anambas, Effi Sjuhairi mengaku akan menindaklanjuti keberadaan museum daerah. 

Meski dengan keterbatasan anggaran, pihaknya telah melirik lokasi sementara untuk dijadikan museum daerah. 

Effi menyebut, lokasi itu ada di Kantor Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas (BP2KKA) di Tarempa.  

"Di situ ada satu ruangan kosong, mungkin nanti untuk sementara buat di situ dulu. Juga ada beberapa barang koleksi sudah kita kumpulkan. Begitu juga dokumentasi sejarah sudah ada," tutur Effi.  

Setelah museum milik Pemkab Anambas berdiri, maka pihaknya langsung jemput bola ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk meminta hibah bangunan.  

"Karena kan di pusat banyak dana untuk daerah perbatasan. Kita akan jemput bola. Intinya kita usaha supaya ada museum yang dikelola Pemkab Anambas," pungkasnya.  (TRIBUNBATAM.id/Novenri Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved