Nongsa Digital Park di Batam, Kawasan Ekonomi Khusus Pusat Pengembangan Ekonomi Digital
Nongsa Digital Park berupaya menjadi pusat digital yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital, dengan fokus pada inovasi dan teknologi.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Nongsa Digital Park berperan penting dalam perkembangan ekonomi kreatif digital di Batam.
Kawasan menjadi wadah bagi berbagai perusahaan teknologi dan startup untuk berinovasi dan mengembangkan bisnis di sektor digital.
Nongsa Digital Park berupaya menjadi pusat digital yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital, dengan fokus pada inovasi dan teknologi.
"Jadi untuk menghasilkan produk dan layanan inovatif, bisa dalam bentuknya desain grafis, animasi, video game, film, media sosial dan pemasaran digital," kata Pieter Vincen, Direktur Digital Nongsa Park bercerita tentang perkembangan Nongsa Digital Park, Jumat (25/10).
Nongsa Digital Park memiliki sejarah panjang di dunia digital.
Berawal pada tahun 1998, dengan menyewakan ruangan kantor di Nongsapura Ferry Terminal, kemudian bekerja sama dengan ST Engineering untuk beberapa proyek sistem IT di Singapura dan Malaysia.
Baca juga: KEK Kesehatan dan Pariwisata di Batam Segera Dimulai, Siap Beroperasi Tahun 2026
"Waktu kita bisa bikin beberapa project termasuk yang road tax-nya Singapura itu salah satunya hasil karya kita bersama Singapura Technology waktu itu," kata Pieter Vincen.
Meskipun sempat terhenti karena keterbatasan teknologi pada masa itu, pendiri Nongsa Digital Park memiliki visi yang jauh ke depan.
Keyakinan mereka akan potensi dunia IT di masa depan menjadi motivasi untuk terus berkembang.
"Keterbatasannya jaman dulu itu tidak bisa jadi, tapi pimpinannya kami, dalam hal ini Chairmannya kami, beliau itu sangat-sangat mempunyai visi misi yang sangat jauh ke depan, dan beliau itu sudah mengingatkan kita bahwa suatu hari nanti, dunia IT itu akan menjadi sangat, sangat bermanfaat," ujar Pieter Vincen.
Salah satu contoh nyata kontribusi Nongsa Digital Park dalam industri kreatif adalah Kinema, sebuah studio animasi yang berdiri pada tahun 2005.
Baca juga: KEK Tanjung Sauh Bikin Batam Lebih Kompetitif, Bos Panbil Grup: Bisa Serap 200.000 Pekerja
Kinema berhasil memproduksi film animasi "Sing to the Dawn" untuk Mediacorp Singapura pada tahun 2004 dan "Meraih Mimpi", versi Indonesia dari "Sing to the Dawn", yang dirilis di bioskop-bioskop Indonesia pada 16 September 2009.
"Sing to the Dawn" sendiri diadaptasi dari novel karya Minfong Ho dan diproduksi oleh Infinite Frameworks, sebuah studio animasi yang juga berbasis di Batam. Film ini dirilis pada 30 Oktober 2008 di Singapura dan negara-negara lainnya.
Nongsa Digital Park terus berkomitmen untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif digital di Batam dan Indonesia.
"Kami optimistis dengan potensi yang dimiliki Nongsa Digital Park dalam memajukan industri kreatif digital di Indonesia," pungkas Pieter. (TribunBatam.id/Aminuddin)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Mantan Karyawan Klinik Kecantikan Laporan Dugaan Pemalsuan Produk, Polda Periksa Pemilik Klinik |
|
|---|
| Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi Nelayan di Batam, Satu Orang Kantongi 10 Surat Rekom |
|
|---|
| Jadwal Kapal Roro Batam 2 Mei 2026, Ada 8 Kapal Berangkat, Semua Tujuan Beroperasi |
|
|---|
| Klinik Kecantikan di Batam Diduga Jual Produk Kadaluarsa, Padahal Sudah Punya Ribuan Pelanggan |
|
|---|
| Pengusaha di Batam Jadi Buronan Polisi Setelah Gelapkan Uang Rp 2 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Pieter-Vincen-Direktur-Digital-Nongsa-Park.jpg)