Senin, 8 Juni 2026

Penggerebekan Gudang Balpres di Batam

Pasca Rumah Bos Balpres di Batam Digerebek Polisi, ART Ibu Kiki Ingin Pulang Kampung

Indriani, ART Ibu Kiki bos balpres di Batam ingin pulang kampung, setelah rumah majikannya digerebek polisi, Rabu (6/11)

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
PULANG KAMPUNG - Indriani, ART Ibu Kiki, bos balpres di Batam, tampak mendorong gerobak berisi koper barang miliknya ke rumah Pak RT, Kamis (7/11/2024). Dia berencana pulang kampung pasca rumah majikannya digerebek polisi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pasca penggerebekan oleh Tim Krimsus Polda Riau, rumah mewah yang berada di Perumahan Culindo nomor 15-16, Kelurahan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, menjadi sorotan warga sekitar.

Apalagi rumah tersebut dipasang garis polisi dan kerap menyita perhatian pengunjung. Kondisi ini membuat Indriani, Asisten Rumah Tangga (ART) Jumaniah atau yang lebih dikenal Ibu Kiki, tak lagi nyaman tinggal di situ.

Indriani berencana untuk keluar dari rumah yang dijadikan gudang barang seken dan balpres impor itu dan memilih pulang ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara.

“Gak tahan saya pak begini. Daripada saya mati dihantui rasa takut. Dari semalam sudah tak bisa tidur nyenyak dalam rumah,” ungkap Indriani saat ditemui di lokasi, Kamis (7/11/2024).

Baca juga: Ibu Kiki Bos Balpres di Batam Kabur Tinggalkan Dua Anak yang Masih Sekolah

Kepanikan Indriani semakin menjadi-jadi, lantaran anaknya meminta dia agar pulang ke kampung halaman.

“Anak-anakku telpon, suruh saya pulang saja. Katanya mereka akan bantu saya ongkos pulang,” ungkap Indriani dengan wajah terlihat panik.

Pagi itu, Indriani tampak sibuk. Usai merapikan isi rumah, ia menyusun bajunya ke dalam koper. Ada dua koper barang miliknya telah siap disusun untuk dibawa ke rumah perangkat RT terlebih dahulu.

“Atas seizin Pak perangkat RT, saya pamit akan pulang kampung. Nanti saya berangkat dari sana,” tutur Indriani.

Barang-barang dan pakaian yang telah dimuat dalam koper, lantas didorong Indri menggunakan gerobak angkong menuju rumah Ketua RT yang jaraknya hanya 100 meter dari rumah DPO Jumaniah.

Rencana pulang kampung, Indri mengaku akan menumpangi kapal roro lantaran KM Kelud sudah tak lagi ada pekan ini. 

“Rencana mau naik Kelud kian, tapi Minggu ini tak ada. Makanya nanti naik kapal roro saja,” kata Indri yang merencanakan pulang, lusa.

Indri mengaku sudah tak dapat berkomunikasi dengan majikannya yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan.

Di dalam rumah bertingkat dua tersebut, Indri saat ini tinggal seorang diri. Dua anak Jumaniah, majikannya turut pergi meninggalkan rumah sejak malam hari tadi.

Baca juga: 4 Fakta Penggerebekan Gudang Balpres di Tiban Batam, Pasok ke Riau, Pakai Dokumen Pindahan

“Saya sudah gak betah kalau begini pak, dari sebelum digerebek, polisi bolak-balik datang ke sini. Saya pun jantungan. Gak biasa saya lihat beginian,” tutur Indri dengan perasaan campur aduk.

Memang menjadi ART, Indri butuh pendapatan ataupun gaji. Namun tidak dengan kondisi seperti saat ini dalam ketakutan. Apalagi di usianya yang saat ini sudah menginjak 62 tahun.

“Kalau sudah tak ada lagi ibu, dan adek-adek itu, terus saya mau ngapan lagi. Saya kan pembantu, selama ini ngurusin kedua anak ibu dan membersihkan rumah,” kata Indri.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved