Bahagianya Guru PAI di Lingga Ini Lulus Pendidikan Profesi Guru di UIN Sunan Gunung Djati
38 guru Pendidikan Agama Islam di Lingga yang ikut Pendidikan Profesi Guru di UIN Sunan Gunung Djati Bandung terharu bahagia dinyatakan lulus
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Rasa haru bercampur bahagia terpancar dari wajah 38 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Batch 1 2024, asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepuluaan Riau (Kepri).
Puluhan guru PAI di Lingga itu bahagia, setelah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Bandung mengumumkan hasil Ujian Kinerja (UKIN) dan Ujian Pengetahuan (UP) PPG Batch 1 PAI tahun 2024.
Ya, mereka dinyatakan lulus Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG).
Perjuangan guru PAI Lingga ini selama lebih kurang empat bulan, memberikan hasil yang membahagiakan.
Baca juga: Pelajar SMA Asal Lingga Kepri Ukir Prestasi pada Ajang IYIS di Malaysia dan Singapura
Sebelumnya mereka mesti bergelut dengan laptop, modul, tugas, praktik mengajar, hingga ujian kinerja. Kini perjuangan mereka yang banyak menguras tenaga, energi dan pikiran itu terbayar, digantikan dengan hasil yang baik yakni lulus.
Bahkan selama mengikuti kegiatan ini, ada mahasiswi yang sampai drop, sambil merawat orangtuanya yang sakit, kesulitan jaringan listrik, ada juga yang sedang mengandung.
“Saat PPG ini saya sedang hamil besar. Alhamdulilah, setiap tahap-tahapannya bisa saya lalui dengan semaksimal mungkin,” kata salah satu peserta, Kurniasari dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunbatam.id, Sabtu (23/11/2024).
Ia mengungkapkan, bahwa perjalanan mereka sungguh luar biasa.
Menurutnya, banyak pelajaran yang telah mereka dapatkan dari setiap tetes perjuangan ini.
"Kami bukan hanya belajar menjadi guru yang kompeten, tetapi juga memahami arti ketulusan dalam mengabdikan ilmu untuk anak bangsa,” imbuhnya.
Berbeda dengan kisah Fenni Gustia Roza, guru PAI dari Kabupaten Lingga yang bertugas di salah satu pulau terluar yakni Pulau Pekajang. Ia harus menempuh perjalanan laut yang cukup jauh.
Bahkan, selama menjalankan pendidikan ia sempat drop.
“Saya sempat drop dan harus dirawat di rumah sakit. Bahkan ibu saya juga masuk rumah sakit di saat saya mengikuti PPG ini,” cerita Fenni.
Fenni mengatakan, perjuangan untuk guru profesional ini membutuhkan perjuangan.
Ia mengakui, sangat berterima kasih kepada suami yang telah mendampingi dirinya selama mengikuti PPG.
Baca juga: Layanan di Atas Perahu Lantera Kemenag Lingga Kepri Bantu Warga di Pulau Terpencil
“Alhamdulillah, lulus UKMPPG PAI UIN Sunan Gunung Djati. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini,’” ujarnya.
Untuk diketahui, sejak awal bergabung dalam program PPG, mahasiswa dihadapkan pada jadwal padat.
Mulai dari teori, praktik lapangan, hingga pembuatan video Projek Penguatan Profil Pelajaran Pancasila dan Profil Pelajaran Rahmatan Lil Alamin (P5PPRAA).
Selama pendidikan, mahasiswa Katagori 2(K2) harus membuat sekitar 5 video pembelajaran dengan berbagai model. Mulai dari PBL, PJBL, TPACK, DBL dan P5PPRAA. Dan satu lagi video Ukin.
Jadi ada 6 video pembelajaran dengan durasi lebih kurang 20 menit harus dibuat saat praktek lapangan.
Namun, bagi mahasiswa PPG UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, tantangan tersebut justru menjadi penyemangat untuk terus belajar.
“Ketika saya berhasil menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning di kelas dan melihat siswa mulai memahami pentingnya tabayyun dan menghindari gibah, saya merasa inilah esensi menjadi seorang guru,” tambah peserta, Ahmad Yani.
Meskipun berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, mahasiswa PPG Batch 1 2024 menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
“Kami saling mendukung. Kalau ada yang kesulitan dengan modul, yang lain siap membantu. Rasa kekeluargaan inilah yang membuat kami bertahan,” kata Maria, salah satu mahasiswa lainnya.
Kebersamaan tersebut semakin erat saat mereka menghadapi ujian komprehensif dan ujian kinerja.
Mereka sering mengadakan diskusi daring, berbagi materi belajar, dan saling memberi motivasi.
Baca juga: 27 Guru Agama di Batam Dapat Bantuan Biaya Pendidikan dari Baznas
“Rasanya seperti keluarga besar yang bersama-sama menuju tujuan yang sama,” ungkap Maria.
Kini, di penghujung program, mahasiswa PPG Batch 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2024 tinggal menunggu hasil akhir.
Meski demikian, kebahagiaan telah menyelimuti hati mereka.
Tidak hanya karena perjuangan yang sudah hampir selesai, tetapi juga karena bekal yang mereka dapatkan untuk menjadi guru yang profesional, kompeten, dan berakhlak mulia.
“Bagi saya, kebahagiaan ini bukan sekadar tentang kelulusan. Ini tentang bagaimana saya siap menjalankan amanah sebagai pendidik. Ilmu yang saya dapat di sini adalah bekal untuk masa depan siswa-siswa saya,” ujar Ahmad dengan penuh harap.
Dengan semangat yang membara, mahasiswa PPG ini siap melangkah ke dunia pendidikan sebagai agen perubahan.
Mereka percaya bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi panggilan jiwa untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.
Total 43 Guru PAI di Lingga Ikut PPG
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Lingga, Erman Zaruddin mengatakan, total ada 43 guru PAI di Lingga yang mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Mereka terbagi di dua kampus berbeda, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 38 orang dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 5 orang.
Puluhan guru PAI di Lingga yang mengikuti PPG itu dibiayai dengan tiga skema pembiayaan.
Rinciannya, 36 orang dibiayai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, 2 orang dibiayai dari BAZNAS Provinsi Kepri, dan 5 orang dari BAZNAS Lingga.
Baca juga: Kemenag Lingga Layani Nikah hingga Zakat di Atas Perahu, 24 Pulau sudah Didatangi
"PPG diselenggarakan oleh Kementerian Agama sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi pengajar," kata Erman.
Ia melanjutkan, program ini bertujuan untuk memastikan para guru memiliki kualifikasi profesional dalam memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada para siswa, terutama dalam pendidikan agama yang menjadi pondasi penting bagi pembentukan karakter generasi muda. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Pendidikan Agama Islam
Kementerian Agama
Lingga
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Pendidikan Profesi Guru
Kepri
Polisi Amankan 7 Terduga Pencuri Mesin di Lingga, Sebagian Eks Karyawan PT, Mengaku Gaji Tak Dibayar |
![]() |
---|
Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu 30 Agustus 20205, Cuaca di Sejumlah Daerah Lebih Dominan Mendung |
![]() |
---|
Kepedulian Pemprov Kepri Jaga Kesehatan Jiwa Masyarakat |
![]() |
---|
Kantor Bahasa Kepri Gelar Konsolidasi Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia |
![]() |
---|
Pasutri di Batam Komplotan Perompakan Kapal di Perairan Philips, Polisi Ungkap Fakta Baru |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.