Selasa, 5 Mei 2026

SIDAK KIOS BBM DI LINGGA

Kecamatan Singkep di Lingga Sidak Kios BBM Imbas Dua Hari Stok Pertalite Kosong

Pemerintah Kecamatan Singkep melakukan sidak ke sejumlah kios minyak eceran di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Senin (4/5/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
SIDAK KIOS BBM DI LINGGA - Kecamatan Singkep saat inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kios eceran di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, buntut kelangkaan BBM, Senin (4/5/2026). 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Kecamatan Singkep inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kios minyak eceran di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (4/5/2026).

Sidak kios BBM di Lingga ini menyusul kelangkaan BBM jenis pertalite dalam dua hari terakhir yang mulai meresahkan warga.

Kekosongan stok BBM dalam tiga hari terakhir mulai memicu keresahan warga.

Masyarakat yang bergantung pada BBM eceran terpaksa menunggu lebih lama untuk mendapatkan pasokan, sementara sejumlah kios dilaporkan kehabisan stok.

Dari hasil sidak yang dilakukan di sedikitnya tujuh kios, ditemukan bahwa sebagian besar penjual memang kehabisan stok.

Hanya beberapa kios yang masih memiliki sisa dalam jumlah terbatas atau bahkan ada yang sudah benar-benar kosong.

Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Singkep, Eliati, mengatakan pihaknya telah turun langsung melakukan pengecekan dan memastikan kondisi tersebut.

“Rata-rata yang kita cek di beberapa kios itu memang habis, cuma ada beberapa botol tinggal sisanya,” ungkap Eliati.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari para penjual maupun agen, pasokan BBM diperkirakan baru akan tiba dalam beberapa hari ke depan.

“Informasinya kapal pengangkut akan tiba Selasa (5/5) atau Rabu (6/5),” ujarnya.

Menurut Eliati, kekosongan ini terjadi karena distribusi dari agen belum tersedia, sehingga berdampak langsung hingga ke tingkat kios.

Ia menyebut bahwa kebutuhan BBM jenis pertalite di wilayah Singkep secara keseluruhan mencapai sekitar 271 ribu liter, sesuai rekomendasi yang telah ditetapkan. 

Namun dalam praktiknya, tidak seluruh kuota tersebut terserap secara maksimal.

“Cuma beberapa masyarakat ini ngajukan banyak, tetapi tak mengambil semuanya. Misalnya yang rekom 10 ribu liter, tapi habisnya hanya sekitar 6 ribu liter,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan sekaligus meminimalisir risiko di wilayah padat, pemerintah kecamatan kini menerapkan skema pengambilan secara bertahap.

Selain itu, ke depan pihak kecamatan juga akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melakukan pendataan kebutuhan riil setiap kios.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat distribusi BBM lebih tepat sasaran serta mencegah terjadinya kekosongan stok yang berulang di tengah masyarakat.(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved