Cara Warga Desa Resun di Lingga Kepri Lestarikan Budaya Melayu ke Generasi Muda

Warga Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri lestarikan budaya tari inai dan tabuhan gendang ke generasi muda

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Cara Warga Desa Resun di Lingga Kepri Lestarikan Budaya Melayu ke Generasi Muda - Latihan-gendang-Desa-Resun-Lingga.jpg
Tribunbatam.id/Dok. Desa Resun
Anak-anak di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat belajar menabuh gendang dan memukul gong dalam pelestarian budaya Melayu.
Cara Warga Desa Resun di Lingga Kepri Lestarikan Budaya Melayu ke Generasi Muda - Tari-Inai-Desa-Resun-Lingga.jpg
Tribunbatam.id/Febriyuanda)
Anak-anak di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat belajar tari inai.

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Desa Resun di Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) punya cara dalam melestarikan budaya lokal agar tetap terjaga.

Hal itu dengan mengajarkan ke generasi muda, tentang tradisi dan budaya yang masih kerap ada.

Salah satunya latihan gendang dan tari inai, yang digencarkan pada anak-anak dan remaja setempat.

Beberapa anak diajarkan cara menabuh dua buah gendang dan satu gong, yang memang dipakai dalam pengiring acara arak-arakan, silat, maupun tari inai dalam budaya Melayu di Kabupaten Lingga.

Baca juga: LAM Kepri Jaga Budaya Melayu di Lingga, Latih Tepuk Tepung Tawar dan Mak Inang

Biasanya, tabuhan gendang beserta tari inai tersebut sering ditampilkan lewat kegiatan adat pernikahan masyarakat Melayu Lingga.

Pun, beberapa penabuh biasanya hanya dilakukan para orangtua.

Namun, Desa Resun mulai mengajarkan budaya ini kepada generasi penerus mereka.

"Alhamdulillah, anak-anak latihan rutin, karena memang budaya ini ingin kami teruskan kepada generasi muda atau anak-anak kami," kata Kepala Desa (Kades) Resun, Hairul Mazi kepada Tribunbatam.id, Sabtu (30/11/2024).

Ia mengatakan, dengan potensi wisata yang ada di Desa Resun, budaya bisa menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Seringkali, para wisatawan mancanegara disambut dengan adat Melayu, seperti silat dan tabuhan gendang di Desa Resun.

Sehingga menurutnya, pelestarian ini penting dilakukan, agar anak-anak bisa meneruskan budaya tersebut dan tak hilang di telan zaman.

Baca juga: Pelajar SMAN di Lingga Ini Angkat Kearifan Lokal lewat Pentas Budaya Melayu

"Anak-anak kami sangat antusias ingin belajar, dan orang-orangtua yang pandai pun semangat untuk mengajar mereka. Termasuk tari inai," imbuhnya.

Untuk diketahui, tari inai dengan pengiringan gendang dilakukan pada malam acara tepuk tepung tawar kegiatan pernikahan Melayu di Lingga. Termasuk di Desa Resun, acara adat seperti ini masih sangat kental dan terus dijaga oleh masyarakat setempat sebagai nilai warisan budaya. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved