UMS BATAM 2025
Selain UMS 2025, Koalisi Rakyat Batam Tuntut Kejelasan UMK Batam 2025
Koalisi Rakyat Batam gabungan serikat pekerja dalam aksinya selain mengawal besaran UMS 2025 juga menuntut kejelasan UMK Batam 2025.
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Koalisi Rakyat Batam (KRB) mendatangi kantor Disnaker Batam, Kamis (12/12/2024).
Kedatangan gabungan serikat pekerja itu untuk mengawal pembahasan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) serta menuntut kejelasan terkait usulan kenaikan UMK Batam yang dianggap belum memenuhi kebutuhan.
Koordinator Lapangan Aksi KRB, Faisal Kurniawan mengatakan aksi mereka guna memastikan keputusan UMSK nantinya tidak bertentangan.
Menurutnya, banyak industri elektronik di Batam ini yang diatur dalam UMSP hanya galangan kapal.
Sementara kondisi galangan kapal saat ini menurutnya banyak pekerjanya berstatus outsourcing dengan status kerja yang tidak jelas.
"Jangan sampai keputusan ini dibuat hanya untuk galangan kapal, tetapi buruh di sana tetap tidak menikmati hasilnya," ujar Faisal.
Baca juga: Demo Gabungan Serikat Pekerja Batam Kawal UMS 2025, Kawat Berduri Terpasang Depan Disnaker
Ia juga menyayangkan banyak pekerja di sektor galangan kapal berstatus outsourcing dan tidak menikmati manfaat yang semestinya.
"Provinsi dalam hal ini, khusus untuk Kota Batam, kan banyak sektor elektronik. Tapi UMSP yang dikeluarkan provinsi malah tidak mencakup elektronik," sebutnya.
Selain itu, ia juga mengeluhkan kenaikan UMK yang diajukan pemerintah kota sebesar 6,5 persen.
Angka ini dinilai tidak mencerminkan inflasi dan kebutuhan hidup layak di Batam.
"Kami meminta kenaikan UMK sebesar 37,29 persen berdasarkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Inflasi di Batam sangat tinggi, tidak bisa disamakan dengan nasional," tambahnya.
Baca juga: Breaking News, Gabungan Serikat Pekerja Bergerak Kawal UMS Batam 2025
Para buruh berharap, rekomendasi UMK dan UMSK dari pemerintah kota dapat memenuhi harapan mereka.
Mereka juga meminta pemerintah mengacu pada kebijakan serupa di tahun 2018, saat UMSK disahkan di Batam.
Ditanya mengenai bagaimana tindak lanjut apabila tidak sesuai dengan harapan buruh ia menjawab
"Tindak lanjutnya, ya keputusan tergantung hasil rapat hari ini. Kami akan menentukan lgkh selanjutnya setelah itu," kata Faisal.
Saat ini aksi tengah berlangsung, penyampaian aspirasi dari orator dari mobil komando dilakukan secara bergantian. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Rekomendasi UMSK Batam 2025 Hasil Rapat Lanjutan Dewan Pengupahan dari Berbagai Pihak |
|
|---|
| Tuntut UMSK Batam 2025, Buruh Kembali Gelar Aksi Demo di Kantor Disnaker Senin Besok |
|
|---|
| Buruh Batam Ancam Mogok Kerja, Imbas Tuntutan Upah Sektoral Belum Dipenuhi Gubernur Kepri |
|
|---|
| FSPMI Batam Tanggapi Pernyataan Apindo Soal UMS, Tegaskan Upah Sektoral Hak Buruh |
|
|---|
| Apindo Batam Apresiasi Sikap Gubernur Kepri Soal UMSK Batam 2025, Singgung Soal UMK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Koalisi-rakyat-Batam-kawal-UMS-dan-UMK-Batam-2025.jpg)