PEMUKULAN DOKTER KOAS DI PALEMBANG
Bang Jago Garang Itu Dipanggil Datuk, Pukuli Dokter Koas Karena Ketawa Saat Bicara dengan Majikannya
Laki-laki berbaju merah yang dipanggil Datuk itu bertubi-tubi memukuli wajah dokter koas Lutfhi. Sang dokter tak membalas, dia hanya bertahan.
TRIBUNBATAM.id - Laki-laki berbaju merah yang dipanggil Datuk itu bertubi-tubi memukuli wajah dokter koas Lutfhi. Sang dokter tak membalas, dia hanya bertahan.
Sambil memukul, si Datuk itu bilang, "kau ketawo, dio ketawo, dio ketawo," katanya. Seorang perempuan yang tampak lebih tua dari orang-orang yang ada di video itu juga ada bilang, "dia ketawo-ketawo dek cakmano?."
Perempuan itu belakangan diketahui adalah majikan si Datuk. Seorang bernama Sri Meilina atau yang lebih senang dipanggil Lina Dedy. Lina Dedy karena suaminya bernama Dedy Mandarsyah, Kepala BPJN Kalimantan Barat Kementerian PUPR. Lina Dedy mengaku adalah desainer dan pengusaha di Palembang.
Entah atas dasar apa Lina Dedy ini ikut campur dalam urusan jadwal piket jaga anaknya yang saat ini menjadi koas di rumah sakit di Palembang. Si anak bernama Lady. Dengan membawa si Datuk, Lina bertemu dengan kepala koas grup anaknya yakni Lutfi. Kabar tersiar karena keluarga pejabat dan pengusaha butik itu mau plesiran tahun baru ke Eropa. Plesiran itu terganjal jadwal anaknya yang harus jaga di tahun baru.
Lina Dedy minta dokter koas Lutfi merevisi jadwal piket anaknya. Di tengah perbincangan, Datuk sang sopir emosi jiwa karena melihat dokter Lutfi tertawa. Lalu mulailah dia beraksi memukuli bak jagoan.
Kini dengan wajah lesu, si Datuk datang ditemani pengacaranya menyerahkan diri ke polisi. Pakai masker dia mendatangi Polda Sumsel. Pengacara bilang dia siap berdamai.
Sang majikan tentu sekarang harap-harap cemas. Masyarakat pun mulai menyasar Dedy Mandarsyah yang pejabat negara. Hartanya disorot. Laporan LHKPN-nya hartanya Rp 9,4 miliar. Dia melaporkan cuma punya satu mobil. Tapi yang kita tahu, meski cuma punya satu mobil, Dedy tetap punya sopir, yakni si Datuk tadi.
Bukan cuma itu, netizen pun beramai-ramai menyerbu akun instagram BPJN Kalimantan Barat. Juga menyerbu akun instagram Menteri PUPR. Untuk mengadukan kejadian ini.
Banyak yang memprediksi ini bakal jadi kasus Rafael Alun Jilid 2.
Rafael Alun adalah pejabat Dirjen Pajak yang anaknya memukuli orang hingga koma. Belakangan Rafael Alun diselidiki karena memiliki harta fantastis dan kerap menerima gratifikasi. Anaknya dipenjara, Rafael dipenjara dan hartanya disita.
UPDATE PERKARA
Setelah videonya melakukan pemukulan terhadap Luthfi dokter Koas di palembang Viral, kini pria berbaju merah yang diketahui berinisial D tersebut mendatangi Polda Sumsel.
Kedatangannya adalah untuk memberikan keterangan terkait kasus pemukulan itu.
Dia tidak sendiri, diketahui D datang ke Polda Sumsel bersama kuasa hukumnya.
Kuasa hukum terlapor mengungkap motif D melakukan penganiayaan terhadap dokter koas bernama Muhammad Lutfhi.
D merupakan sopir dari Lina Dedy orangtua mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial LY.
Kuasa hukum terlapor Titis Rachmawati SH MH mengatakan, terlapor saat kejadian sedang ikut bersama kliennya, namun saat membahas persoalan jadwal jaga koas tidak direspon oleh korban Luthfi.
"Kami sebagai kuasa hukum D calon tersangka dan juga kuasa hukum ibu Lina Dedy. Menurut si D ini dia lihat (korban) tidak merespon, seperti itu aja, jadi orang tak direspon itu kayak gak ditanggapi. Malah ke arah lain sambil senyum-senyum, jadi dia terprovokasi," ujar Titis, Jumat (13/12/2024).
Menurutnya persoalan yang memicu keributan adalah hal sepele, yang mana dalam pertemuan tersebut hendak membicarakan soal jadwal koas.

Lina Dedy menceritakan tentang keadaan atau situasi koas yang dialami anaknya yang menurutnya pembagian jadwal jaga tidak adil.
"Klien kami akan meluruskan soal penjadwalan jadwal jaga anaknya. Karena ada sesuatu yang tidak diperlakukan sama. Ibu Lina Dedy mengajak korban bertemu bertujuan untuk komunikasi, menganggap anaknya tidak bisa komunikasi dengan korban koas ini," katanya.
Lanjut dia, kliennya berinisiatif sendiri tanpa sepengetahuan anaknya ingin bertemu korban. Pada saat proses pertemuan tersebut kliennya mempertanyakan terkait pembagian jadwal jaga kelompok koas tersebut.
Kliennya menyarankan agar pembagian jaga kelompok koas dapat dibagi dan dapat dirembukkan terlebih dahulu jangan sampai diputuskan secara sepihak.
"Namun pada saat klien membahas permasalahan tersebut, terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan tanpa sepengetahuan klien. Sopir klien kami D, tiba-tiba melakukan perbuatan seperti yang ada di video. Ini soal miss komunikasi saja," tuturnya.
Karena saat ini proses hukum berjalan ia berusaha menghormati jalannya penyelidikan dengan menyerahkan terlapor ke Unit V Subdit III Jatanras Polda Sumsel.
"Kami sangat kooperatif menyerahkan terlapor ke penyidik untuk jalani pemeriksaan. Meski begitu perbuatan sopir klien kami ini tidak dibenarkan," katanya.
Terakhir Titis juga membantah adanya isu yang menyebut kalau kliennya hendak mengajak anaknya berlibur ke Eropa
"Tidak benar itu liburan ke Eropa memangnya berapa jam. Itu sudah dilebih-lebihkan ," tandasnya.
Baca berita Tribunbatam.id lainnya di Google News
Harta Kekayaan Dedy Mandarsyah Terlacak Tak Dimasukkan di LHKPN, Kini Sedang Bangun Rumah Bak Istana |
![]() |
---|
Setelah Datuk Jadi Tersangka, Kini Giliran Lina Dedy dan Lady Aurellia Pramesti Diperiksa Penyidik |
![]() |
---|
Nasib Lady Aurellia Anak Lina Dedy, Setelah Sopir Keluarga Pukul Dokter Koas, Status Dibekukan |
![]() |
---|
Kata-kata Datuk Saat Minta Maaf Usai Jadi Tersangka: Maaf Kan Saya Buk Lina dan Pak Dedy |
![]() |
---|
Lina Dedy Masih Bela Sopirnya Saat Pukuli Dokter Koas Lutfi, ‘Dia Ketawa-ketawa Dek, Gimana?' |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.