Kamis, 7 Mei 2026

PARKIR DI BATAM

Parkir Berlangganan Masih Sedikit, Pendapatan Parkir Dishub Batam Tahun 2024 Ini Rp 9,6 Miliar

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat realisasi pendapatan parkir selama tahun 2024 mencapai Rp 9,6 miliar dari target Rp 15 miliar. 

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/UCIK SUWAIBAH
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim saat ditemui di kantor Walikota Batam beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Ucik Suwaibah 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat realisasi pendapatan parkir selama tahun 2024 mencapai Rp 9,6 miliar dari target Rp 15 miliar. 

Kadishub Batam, Salim, menyampaikan capaian tersebut bisa tercapai bergantung pada penjualan stiker parkir yang hingga kini belum optimal.

"Sekarang kita sudah mencapai Rp9,6 miliar dari target Rp15 miliar, dengan catatan kalau stiker terjual."

"Kalau di cetak apbd-p itu kan lebih kurang 29.000 stiker dan tahun ini baru terjual 1000 lebih," ujar Salim, Jumat (13/12/2024).

Ia menjelaskan, hingga September 2024, pengguna parkir berlangganan terdiri dari 144 kendaraan roda dua, 843 roda empat, dan 251 roda enam. 

"Pada Oktober dan November, jumlah tersebut bertambah dengan 70 kendaraan roda dua dan 182 kendaraan roda empat," sebutnya.

Baca juga: 1.238 Kendaraan di Batam Sudah Ikut Parkir Berlangganan, Bagaimana Cara Daftarnya?

Ditanya mengenai pola pembayaran non-tunai melalui QRIS yang diterapkan di beberapa lokasi parkir. 

Ia menyebut penggunaannya masih rendah dibandingkan metode tunai.

"Yang non-tunai, kita siapkan QRIS. Evaluasi kami, masyarakat yang menggunakan non-tunai belum banyak," kata Salim

Menurutnya, metode tunai masih mendominasi kontribusi pendapatan, disusul parkir mandiri, QRIS, dan parkir berlangganan.

Sementara itu langkah yang dilakukan untjk memaksimalkan QRIS sesuai agar target pendapatan tercapai.

Dishub menggunakan sistem outsourcing bagi juru parkir (jukir). 

"Pola ini kita terapkan dengan gaji outsourcing melalui perusahaan. Kita gaji jukir, kita persyaratkan jika tidak memenuhi target, perusahaan wajib menutupi target tersebut," katanya.

"Gaji dia 3,2 juta, dia hanya mencapai itu kqrena ada kendala, hanya mencapai Rp 2 jt. Tapi menggajinya itu outsourcing jadi wajib memenuhi target yg ditetapkan," ucapnya. (cik)

( tribunbatam.id/ucik suwaibah )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved