Pariwisata Kepri Aman
Destinasi Wisata Batu Datar di Natuna, Simpan Pesona yang Memikat di Ujung Utara Indonesia
Destinasi wisata Batu Datar di Kabupaten Natuna, Kepri, menyimpan keindahan yang luar biasa dan punya daya pikat, namun belum dikelola secara baik
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Natuna, sebuah gugusan pulau di Kepulauan Riau (Kepri), dikenal dengan pesona alamnya yang memukau.
Salah satu destinasi wisata yang mencuri perhatian yakni Batu Datar, sebuah tempat unik yang menawarkan pengalaman yang menyatu dengan alam dalam balutan kedamaian.
Batu Datar terletak di Tanjung Senubing, Kelurahan Ranai, Kecamatan Bunguran Timur.
Tempat ini menawarkan daya tarik wisata dengan lokasinya yang berada di atas bukit, dihiasi hamparan batu granit raksasa.
Baca juga: Panorama Menawan Geosite Pantai Batu Kasah Natuna, Surga Tersembunyi di Ujung Indonesia
Salah satu batu tersebut memiliki permukaan datar, sehingga pengunjung dapat berjalan, duduk, bahkan berswafoto sambil menikmati pemandangan spektakuler di sekelilingnya.
Dari atas Batu Datar, sejauh mata memandang, panorama alam Natuna tersaji sempurna.
Lautan biru yang luas dihiasi pulau-pulau kecil. Sementara di sisi lain, Gunung Ranai berdiri gagah sebagai latar belakang Kota Ranai yang hijau dan rapi.
Tepat di bawah bukit, perkampungan nelayan dengan rumah-rumahnya yang sederhana menambah kesan tradisional.
Bagi pecinta fotografi, tempat ini adalah surga yang menjadikan setiap jepretan lebih menarik.
Waktu terbaik untuk berkunjung ke tempat ini di kala matahari terbit dan terbenam.

Saat fajar, sinar mentari perlahan menyentuh lautan, menciptakan kilauan keemasan.
Sementara itu, ketika senja, langit Natuna berubah jingga, menghadirkan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan.
Batu Datar sering dijadikan tempat bersantai atau nongkrong di kala sore bagi warga sekitar.
Tempat wisata ini juga bisa dijadikan pilihan buat camping lantaran pemandangan di sekitarnya yang menawan.
Akses ke Lokasi
Untuk sampai ke tempat wisata Batu Datar, saat ini memang belum ada transportasi langsung menuju lokasi.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana santai di Batu Datar, bisa menggunakan transportasi pribadi ke lokasi ini, baik dengan roda dua atau roda empat.
Jaraknya tak jauh dari pusat kota di Ranai, hanya sekitar lima menitan. Aksesnya juga mudah.
Baca juga: Wisata di Anambas Kepri, Indahnya View Siantan dari Puncak Bukit Tengkorak Tarempa
Tak jauh dari jalan raya dengan melewati jalan tanah yang menanjak, wisatawan sudah sampai di lokasi perbukitan Batu Datar.
Oh ya, untuk masuk ke tempat wisata ini juga masih gratis alias tak dipungut biaya.
Bagi wisatawan yang mau datang ke lokasi ini, disarankan membawa perbekalan makanan dan minuman dari luar. Sebab belum ada penjual makanan dan minuman di sini.
Butuh Perhatian Pemerintah
Namun, di balik pesonanya yang memukau, Batu Datar menyimpan ironi.
Pasalnya tempat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Fasilitas pendukung seperti akses jalan yang memadai, maupun fasilitas pendukung wisata lainnya belum tersedia.
Selain itu, tampak sampah juga berserakan di sekitar lokasi ini.
Bahkan, kawasan ini belum dikelola secara resmi sebagai destinasi wisata.
"Keindahan Batu Datar ini luar biasa, tapi sangat disayangkan belum dikelola dengan baik," ujar Ibrahim L. Kadir, wisatawan asal Jakarta kepada Tribunbatam.id, Selasa (17/12/2024).
Ia menambahkan, jika dikelola dengan benar, Batu Datar bisa menjadi daya tarik wisata unggulan, apalagi Natuna memiliki banyak potensi wisata alam.
Ibrahim juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga keindahan Batu Datar.

"Masyarakat harus ikut menjaga potensi ini, sementara pemerintah perlu memprioritaskan pengembangan fasilitas wisata. Karena bagi saya Natuna itu kaya akan keindahan alamnya," imbuhnya.
Sebagai informasi, Batu Datar termasuk salah satu dari sekian banyak geosite berbatu di Natuna yang dipercaya berusia jutaan tahun.
Jika dikelola dengan baik, Batu Datar tidak hanya akan menarik wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari luar.
Kesadaran untuk menjaga lingkungan, menjauhkan kawasan ini dari kegiatan negatif, serta pengembangan fasilitas yang ramah wisatawan, menjadi tonggak awal yang baik.
Batu Datar tak hanya sekadar destinasi wisata di Natuna, tetapi juga simbol keindahan alami yang menunggu untuk dikelola dan dihargai.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti mengatakan, Provinsi Kepri memiliki beragam destinasi wisata, baik dari kuliner, alam, religi, bahari dan lain sebagainya.
"Kita mestinya bangga dengan hal ini, itu satu. Selain bangga, kita juga mesti menjaga dan ikut merawat destinasi wisata yang ada," kata Guntur.
Ia pun memberikan apresiasi kepada pihak terkait, baik swasta, dan lainnya yang membuka peluang hadirnya destinasi wisata di suatu daerah.
"Dengan begitu, lebih banyak pilihan wisata yang bisa dikunjungi wisatawan," ujarnya.
Terkait destinasi wisata Batu Datar di Natuna, Guntur memberi saran, agar pemerintah daerah atau swasta bisa mengelolanya lebih baik. Dengan begitu, pengunjung yang datang pun bisa lebih nyaman dan aman. (TRIBUNBATAM.id/Birri Fikrudin)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
Pariwisata Batam
Pariwisata Bintan
pariwisata Karimun
Dinas Pariwisata Kepri
pariwisata Kepri
Wisata Kepri
Pariwisata Lingga
Pariwisata Anambas
Pariwisata Natuna
Ansar Ahmad
Marlin Agustina
Pariwisata Tanjungpinang
Fotografer Luar Negeri Ikut Explore Kepri 2025, Tampilkan Pariwisata Kepri Dari Sisi Lain |
![]() |
---|
Dispar Kepri Kejar Relaksasi Visa, Magnet Buat Dongkrak Kunjungan Wisman, Bangkitkan Pariwisata |
![]() |
---|
Guntur Sakti Beri 3 Pesan di Pelantikan HPI Kepri, Pramuwisata Punya Skill, Pengetahuan dan Attitude |
![]() |
---|
Wisata Kepri di Safari Lagoi Bintan, Pengunjung Bisa Lihat Satwa Liar Dari Dekat |
![]() |
---|
Menilik Asal Usul Nama Wisata Pantai Batu Kasah, Warisan Sejarah di Masyarakat Natuna |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.