Sabtu, 25 April 2026

Mayoritas Kasus Asusila, PPA Satreskrim Polres Bintan Tangani 12 Kasus Selama 2024

PPA Satreskrim Polres Bintan tangani 12 kasus selama 2024. Dari jumlah itu, kasus asusila paling banyak. Pun korbannya banyak anak di bawah umur

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam.id/ Ronnye Lodo Laleng
KASUS DI BINTAN  - Kasi Humas Polres Bintan Iptu Prasojo merinci 12 kasus yang ditangani unit PPA Satreskrim Polres Bintan selama 2024, Selasa (17/12/2024) 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Unit Perlindungan, Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bintan tangani 12 kasus selama 2024.

Belasan kasus itu terhitung sejak Januari hingga Desember 2024.

Dari kasus tersebut, kasus persetubuhan paling banyak. 

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, melalui Kasi Humas Polres Bintan Iptu Prasojo mengatakan, dari 12 perkara, ada delapan perkara yang telah selesai (P21). Sisanya masih dalam proses sidik dan telah masuk ke tahap satu.

Baca juga: Wanita di Bintan Kepri Nyaris Jadi Korban Asusila Pria Kenalan Ibunya Gegara Nomor HP Kena Blokir

"Penyidik mampu menyelesaikan kasus ini dengan baik. Beberapa di antaranya sedang dalam proses," kata Prasojo, Selasa (17/12/2024).

Adapun kasus yang ditangani PPA Satreskrim Polres Bintan di antaranya, satu kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO.

Lalu satu kasus penganiayaan, satu kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH), serta dua kasus pencabulan dan tujuh kasus persetubuhan atau asusila. 

"Rata-rata usia yang menjadi korban pada kasus PPA ini, merupakan anak di bawah umur 18 tahun," ujarnya.

Para pelaku pada kasus tersebut dikenakan pasal perlindungan perempuan dan anak, serta pasal tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Atas kasus ini, ia mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua untuk selalu mengawasi anaknya. Baik di pergaulan sehari-hari maupun media sosial yang digunakan.

Menanggapi hal ini, seorang warga Toapaya Asri, Siti mengaku takut dengan sejumlah kasus yang telah terjadi.

"Saya jadi waswas. Saya punya anak cewek.  Semoga tidak menimpa keluarga saya dan warga Bintan lainnya," katanya.

Baca juga: Pria di Batam Nyaris Babak Belur Dihajar Massa Gegara Buat Asusila Depan Sekolah

Menurutnya,  selama ini dirinya memang sudah mengajarkan hal yang baik kepada anak-anaknya.

"Insyaallah selama ini tugas pokok sebagai orangtua sudah saya jalankan dengan baik. Tergantung anaknya lagi," ujarnya.

Meski begitu, dia tak bosan-bosan memberikan nasihat kepada anaknya.

"Saya tak pernah bosan memberikan nasihat kepada anak. Ajak interaksi dan saling curhat juga sudah saya lakukan," tuturnya. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved