Rabu, 29 April 2026

Syafi'i Sang Seniman Miniatur Kapal Kenalkan Budaya Natuna Lewat Karya

Seniman miniatur kapal di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, terinspirasi dari kebiasaan masyarakat menjadi karya yang bernilai.

Tayang:
TribunBatam.id/Birri Fikrudin
Syafi'i, seniman miniatur kapal saat mengikuti kegiatan bazar di Gedung Sri Serindit, Kabupaten Natuna. Beragam miniatur kapal dipamerkan. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Di sudut kota Ranai, Kabupaten Natuna, terdapat seorang pria sederhana yang telah 13 tahun merantau dan bekerja sebagai pemangkas rambut. 

Namun, di balik kesibukan sehari-harinya, Syafi’i, warga Batubi Jaya, Kecamatan Bunguran Batubi, menyimpan bakat luar biasa yang kini menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya pesisir Natuna ke khalayak luas.  

Dua tahun lalu, Syafi’i memulai perjalanan kreatifnya dengan membuat kerajinan miniatur kapal dari bambu. 

Berawal dari keinginannya untuk mencoba membuat Jungkong atau sampan tradisional nelayan Natuna, ia terinspirasi oleh keseharian para nelayan di desanya.

Ketika hasil karyanya mendapatkan pujian, Syafi’i memberanikan diri untuk mengembangkan keterampilannya dengan belajar secara otodidak melalui video YouTube. 

Syafi’i memilih bambu sebagai bahan utama dari karyanya itu.

Baca juga: Peringatan Hari Ibu di Natuna, Polres Natuna Semangat Menuju Indonesia Emas 2045

Prosesnya dimulai dengan menyiapkan bambu tua, yang dikeringkan dan dipotong sesuai kebutuhan. 

Berikutnya, bagian-bagian bambu kemudian dirakit untuk membentuk badan kapal, dilanjutkan dengan merakit detail-detail kecil seperti tiang, layar, dan perlengkapan lainnya. 

Proses akhir melibatkan pengecatan sesuai imajinasi untuk menghasilkan miniatur kapal yang menyerupai aslinya.  

“Untuk membuat satu miniatur kapal, saya butuh waktu paling lama satu bulan,” ujar Syafi’i kepada tribunbatam.id Minggu (22/12/2024).

Meski membutuhkan ketelitian dan kesabaran, hasil akhirnya selalu membanggakan.  

Miniatur kapal yang ia buat juga beragam, mulai dari Jungkong tradisional, kapal mutur atau pompong bermesin kecil, hingga kapal bagan besar dengan alat tangkap modern. 

Baca juga: Kapal BN 01 Tunda Keberangkatan ke Natuna Hingga 1 Pekan Karena Gelombang Tinggi

Tak hanya kapal nelayan Natuna, Syafi’i juga menantang dirinya untuk membuat kapal-kapal ikonik seperti Kapal Bajak Laut ala Jack Sparrow, kapal Majapahit kuno, hingga replika kapal perang KRI.

“Semuanya saya buat dari bahan limbah bambu, supaya lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah,” katanya.  

Miniatur kapal buatan Syafi’i ini bukan hanya sekadar kerajinan tangan, tetapi juga cerminan budaya masyarakat Natuna, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved