Kamis, 7 Mei 2026

Tunjangan Pegawai Pemkab Karimun 5 Bulan Belum Dibayar, Sekda: Anggarannya Tidak Ada

Penjabat (Pj) Sekda Karimun, Djunaidy mengungkap alasan mengapa TPP pegawai belum dibayar 5 bulan lamanya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Dok Prokompim karimun
PEMKAB KARIMUN - Pelantikan pegawai di lingkungan Pemkab Karimun. Sudah lima bulan pegawai Pemkab Karimun belum mendapat Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Penjabat (Pj) Sekda Karimun pun mengungkap alasannya. 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pegawai sudah lima bulan belum juga dibayarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Djunaidy bahkan salah satu pegawai yang belum mendapat TPP selama lima bulan itu.

Ia menjelaskan, penyebab TTP yang belum terbayar dan tidak akan dibayarkan lantaran tidak ada anggarannya.

"Sudah tidak bisa dibayarkan lagi karena anggarannya tidak ada. TPP saya pun tidak dibayarkan juga selama lima bulan," ungkap Djunaidi, Rabu (1/1/2025).

Djunaidy menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan agar kondisi buruk saat ini tidak terulang di tahun 2025.

Baca juga: Libur Natal Tahun Baru di Karimun Kepri, KSOP Catat 125.806 Penumpang, Terbanyak H-3 Natal

Ia menilai pembayaran TPP harus penuh dan dilakukan selama satu tahun, meskipun jumlahnya tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Semoga BPKAD dan Bapenda yang nyusun, di tahun ini jangan sampai terulang lah. Harus full, untuk besar kecilnya itu turun tapi jangan sampai kena pangkas lagi," ujarnya.

Tidak dibayarkannya selama lima bulan, sejumlah pegawai turut mengeluhkan kondisi keuangan yang dinilai kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tak tahu lah mau cakap (ngomong) apa. TPP yang diharapkan macam tak ada kejelasan. Dapur tak berasap kawan," ujar salah satu pegawai yang enggan namanya disebutkan.

Menurutnya, selama ini banyak pegawai yang sangat bergantung dengan TPP untuk kebutuhan sehari-hari, lantaran gaji telah digunakan untuk membayar hutang dan cicilan.

Baca juga: Kasus Kriminalitas di Karimun Turun, Namun Narkoba dan Laka Lantas Meningkat di 2024

"Rata-rata pegawai di Karimun ini hidupnya bergantung TPP lah kayaknya ada 90 persen pegawai yang macam gini. SK sudah di bank," ujarnya.

"Udah tahun baru 2025 pula ini, TPP macam tak kunjung di bayarkan juga. Kami kerja Lillahi Ta'ala aja ni," timpanya. (TribunBatam.id/Yeni Hartati)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved