Sabtu, 11 April 2026

PILKADA JATIM 2024

Profil Sugiri Sancoko Bupati Terpilih Ponorogo 2024: Bisa 2 Periode, Intip Harta Kekayaannya

Simak profil dan rekam jejak Bupati Terpilih Ponorogo 2024, Sugiri Sancoko.

Editor: Khistian Tauqid
SURYA.CO.ID/Pramita Kusumaningrum
Bupati Terpilih Ponorogo 2024, Sugiri Sancoko. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut ini adalah profil dan rekam jejak Bupati Terpilih Ponorogo 2024, Sugiri Sancoko.

Menurut hasil pleno KPU RI, pasangan Sugiri Sancoko - Lisdyarita mendapatkan 300.790 suara di Pilkada Ponorogo 2024.

Masyarakat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tentu sudah tidak asing dengan sosok Sugiri Sancoko.

Sugiri Sancoko sebelumnya sudah menjabat sebagai Bupati Ponorogo periode 2021-2024.

Paling menjadi sorotan adalah Sugiri Sancoko yang menginisiasi pembangunan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) yang dimulai tahun 2022. 

Proyek yang terletak di Gunung Gamping, Sampung, Ponorogo  tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain itu, Sugiri Sancoko juga banyak dikenal dengan bupati yang merakyat karena sering terjun langsung ke lapangan dan menemui warganya.

Namun, perjuangan Sugiri Sancoko hingga bisa menjadi Bupati Ponorogo tentu tidaklah mudah dan sebentar.

Rekam Jejak

Sugiri lahir di Dusun Darat, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Sugiri berasal dari keluarga petani dan dibesarkan oleh pasangan (alm) Bapak Sinto dan (almh) Ibu Situn.

Putra ke-6 dari ke-7 bersaudara tersebut lahir di Ponorogo, 26 Februari 1971. Di tahun 2000, Sugiri menikah dengan Susilowati dan dikaruniai tiga orang anak (Jian Ayune Sundul Langit, Lintang Panuntun Qolbu, dan Gibran Cahyaning Pangeran).

Ketiga nama anak Sugiri terbilang cukup unik lantaran ia menggunakan pendekatan idiosinkratis dalam penamaannya. Putri sulungnya, Jian Ayune Sundul Langit, pernah menjadi sorotan warganet lantaran namanya yang tak biasa[5].

Tokoh Ponorogo ini memiliki panggilan akrab “Kang Giri”. Ia meniti karir sebagai wartawan dan pengusaha reklame. Di tahun 2009-2014 menjadi anggota DPRD Jatim dan diperpanjang lagi di tahun 2014-2015.

Di periode keduanya, Sugiri tidak menuntaskan jabatan dewan karena didorong maju ke Pilkada Ponorogo 2015, namun tidak memenangkan pemilihan.

Selama tidak menjabat, Sugiri pergi ke Aceh. Di sana, ia bertani jagung bersama beberapa rekan dari Jawa Timur. Berhenti dari bertani jagung, muncul tawaran untuk menetap di Sumatera.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved