PRAKIRAAN CUACA

Peringatan Dini BMKG Natuna Terkait Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi, Waspada Hingga 13 Januari

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dan gelombang tinggi diperkirakan akan berlangsung hingga 13 Januari di Wilayah Natuna

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM.id/BIRRI FIKRUDIN
Kondisi terkini cuaca di Natuna, di guyur hujan disertai angin kencang, Kamis (9/1/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Birri Fikrudin

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di wilayahnya.

Kondisi itu diperkirakan akan melanda wilayah Kabupaten Natuna pada 10 hingga 13 Januari 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Natuna, Feriomex Hutagalung mengungkapkan, bahwa fenomena ini dipicu oleh aktifnya Angin Monsun Asia.

"Yang juga diperkuat oleh Belokan Angin (Shearline) serta tingginya kelembapan udara di sekitar Kepulauan Natuna," ujarnya Kamis (9/1/2025).

Kombinasi faktor tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan, yang diperkirakan akan terjadi dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

"Kondisi ini bakal terjadi pada pagi, siang, sore, hingga malam hari," terangnya.

Tak hanya hujan deras, kondisi perairan Natuna juga menjadi perhatian.

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG Hang Nadim Kamis 9 Januari 2025, Batam Hari Ini Diperkirakan Cerah

BMKG memprediksi tinggi gelombang laut di sebagian besar perairan Natuna dan Anambas mencapai 1 hingga 4 meter.

Bahkan, gelombang tinggi dapat meningkat hingga 5 meter di beberapa titik, khususnya di Laut Natuna Utara.

"Untuk kecepatan angin maksimum juga diperkirakan mencapai 30 knot atau lebih, menimbulkan risiko besar bagi aktivitas pelayaran dan nelayan setempat," tambah Feriomex.

Lebih lanjut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai dampak bencana yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.

Seperti, banjir di wilayah dataran rendah, tanah longsor di daerah berbukit, angin puting beliung, pohon tumbang, serta genangan air di sejumlah titik rawan.

"Khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, kami menyarankan untuk mengurangi perjalanan di perairan bagian utara Natuna selama periode ini, guna menghindari risiko akibat gelombang tinggi dan angin kencang. Tetap utamakan keselamatan." tutupnya. 

Dengan mengikuti informasi terkini dan berhati-hati, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko bencana akibat cuaca ekstrem.

( tribunbatam.id/birri fikrudin )

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved