Wanita di Karimun Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja, Terbang via Batam
Seorang wanita berinisial Im asal Baran, Kecamatan Meral, Tanjung Balai Karimun menjadi korban perdagangan orang di Kamboja via Batam.
Penulis: Yeni Hartati | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang wanita berinisial Im asal Baran, Kecamatan Meral, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.
Koordinator BP4MI Kabupaten Karimun, Dani Nugraha menjelaskan bermula keluarga korban melaporkan kejadian ke Polres Karimun dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karimun.
Kemudian Dinas PPA menghubungi BP4MI untuk memfasilitasi pengaduan ke kantor pusat dan segera menindak lanjuti hingga ke Interpol KBRI.
"Awalnya Im mendapatkan informasi tawaran kerja dari WNI yang berada di Filipina melalui media sosial dengan iming-iming gaji Rp 10 juta dalam kontrak kerja satu tahun. Tetapi korban ini tidak mengetahui kerja apa," ujar Dani Nugraha.
Hingga akhirnya korban tergiur, ia yang hanya sendiri nekat berangkat dari pelabuhan domestik Karimun - Batam.
Baca juga: Operasional Roro Parit Rempak Karimun Masih Belum Normal, Baru Rute Batam dan Tanjungpinang
Dari Batam terbang melalui Bandara Hang Nadim menuju Medan - Thailand - Kamboja.
"Dari Batam korban dijemput menuju Bandara Hang Nadim. Dan ternyata korban ini diterbangkan dengan layanan VIP. Sampai di Thailand ia menyadari ada dua orang yang sama, jadinya mereka bertiga," ujarnya.
"Begitu sampai di Kamboja mereka dijemput oleh agen dengan difasilitasi bus yang kondisi kacanya gelap dan tertutup. Jadi mereka tidak mengetahui sama sekali lokasinya seperti apa," timpanya.
Bahkan, sesampainya di Kamboja ruangan kerja korban berada di lokasi yang sama dengan penginapannya hanya beda lantai.
"Korban mengetahui kerja sebagai Admin pemilik saham padahal Scammer. Dalam satu bulan ada target yang harus dipenuhi sebanyak Rp 30 juta kalau dirupiah," ujarnya.
Baca juga: KPU Karimun Tetapkan Iskandarsyah-Rocky Sebagai Bupati-Wakil Bupati Terpilih Pilkada 2024
Bulan pertama, Im berhasil memenuhi target dan diberikan gaji sesuai dengan dijanjikan oleh agen.
Namun di bulan kedua Im tidak memenuhi target sehingga ia akan dijual ke Laos.
Im sempat meminta izin dengan berkomunikasi bersama keluarganya di Karimun.
Namun pihak keluarga tidak memberikan izin dan menyuruhnya untuk pulang ke Kabupaten Karimun.
"Korban sempat menolak ketika disuruh pulang lantaran kontraknya satu tahun. Tetapi dia (korban) sempat menanyakan apabila tawaran pindahnya tidak diterima apa sanksi yang diberikan," ujarnya.
| Puing Honda Brio Berserakan di TKP Mobil Terbakar Dekat Flyover Laluan Madani Batam |
|
|---|
| Wagub Kepri dan Anggota DPR Tinjau Stok Pangan di Gudang Bulog Batam, Nyanyang: Stok Aman |
|
|---|
| Kronologi Pria di Batam Tikam Rekan Sendiri, Berawal dari Cekcok Shift Jam Istirahat Kerja |
|
|---|
| Pedestrian di Batam Beralih Fungsi Jadi Tempat Parkir, Akademisi Nilai Tata Kelola Kota Kronis |
|
|---|
| 10 Ribu ASN Pemko Batam Jalani WFH Hari Ini, Absen Tiga Kali Sehari lewat Aplikasi Simpeg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-tppo.jpg)