VIRAL BUAYA LEPAS DI BATAM

Buaya Lepas di Batam VIRAL, Nelayan Batam Kecewa Sikap Perusahaan, 'Kami Butuh Jawaban Benar'

Nelayan Batam yang bermukin di sekitar Pulau Bulan kecewa dengan sikap pengelola penangkaran buaya sejak insiden reptil lepas. Apa yang terjadi?

TribunBatam.id/Dok. Warga Pulau Bulang Kertam
BUAYA LEPAS DI BATAM - Warga menangkap buaya yang lepas dari penangkaran Pulau Bulan, Kota Batam, Provinsi Kepri. Nelayan pesisir dekat Pulau Bulan kecewa dengan sikap perusahaan yang tidak transparan memberikan jumlah pasti berapa buaya yang lepas dari penangkaran. 

"Kami warga pulau ini pada dasarnya semua bekerja di laut, mencari ikan. Jadi sejak kejadian itu kita sangat was-was saat melaut," kata Karim.

Bahkan untuk warga yang ketakutan memilih tidak turun ke laut, sementara sebagian warga memilih ikut mencari buaya.

"Jadi akibat kejadian ini kita warga pulau hampir kehilangan mata pencaharian, apalagi bagi nelayan yang takut," kata Karim.

Baca juga: Sudah 13 Ekor Buaya Tertangkap, 6 Hari Pasca Jebolnya Tanggul di Penangkaran Buaya Pulau Bulan

Sementara hingga saat ini kata Karim, pihak perusahaan juga belum memberikan informasi yang bisa membuat warga pulau merasa aman.

Karim mengatakan nelayan pulau sudah sering bertemu buaya di laut.

Namun warga lebih takut kepada buaya yang lepas dari penangkaran.

Hal tersebut dikarenakan buaya penangkaran tidak takut sama manusia.

"Kami sudah lihat beberapa hari terakhir ini, buaya yang datang ke permukiman warga, mereka tidak ada takutnya. Meski warga sudah ramai dan mendekat buayanya bukan lari tetap santai," sebutnya.

Baca juga: Pengelola Penangkaran Buaya Pulau Bulan Batam Hitung Ulang Jumlah Reptil, Keringkan Kolam

Sementara buaya muara yang pernah mereka temukan di laut biasanya begitu nelayan datang buaya langsung pergi.

"Jadi kita bisa antisipasi. Kalau buaya yang sudah dipelihara mereka akan terus mendekat dan jika ada kesempatan kita akan diterkam," ujarnya.

Apalagi saat ini kata Karim sudah enam hari setelah lepas dari penangkaran, tentu buaya tersebut tidak pandai cari makan dan sudah kelaparan.

"Kalau bertemu makanan pasti langsung di terkam, ini yang kita takutkan," ucapnya.

Karim berharap perusahaan dan juga pemerintah bisa memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar masyarakat tidak terus dihantui ketakutan.

Baca juga: Buaya Pulau Bulan Lepas, BKSDA Batam Ungkap Ciri Khususnya Ada Potongan di Ekor

"Kami ini butuh makan, tempat cari makan kami di laut. Kalau kami ketakutan terus. Anak istri kami mau makan apa," tegasnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved