Jumat, 24 April 2026

VIRAL BUAYA LEPAS DI BATAM

Buaya Pulau Bulan Lepas, Polsek Bulang Batam Pasang Spanduk Himbauan

Belum bisa dipastikan apakah seluruh buaya yang lepas dari Penangkaran milik PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK) di Pulau Bulan pada Minggu (12/1/2025) lalu

Dok Polsek Bulang
PASANG SPANDUK - Hindari warga jadi sasaran mangsa buaya di wilayah Bulang, Polsek Pasang spanduk himbauan pelabuhan dan pemukiman warga, Minggu (19/1/2025). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polsek Bulang, Batam memasang spanduk himbauan di pelabuhan dan pemukiman warga menyusul buaya lepas.

Belum bisa dipastikan apakah seluruh buaya yang lepas dari Penangkaran milik PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK) di Pulau Bulan sudah ditangkap semua.

Pemasangan spanduk tersebut untuk mengingatkan warga pulau yang berada di wilayah hukum Polsek Bulang selalu waspada. 

Pasalnya hingga saat ini belum bisa dipastikan apakah seluruh buaya yang lepas dari Pulau Bulang sudah tertangkap.

Pemasangan spanduk tersebut juga untuk mengingatkan warga yang notabenenya sebagai nelayan.

Bahkan permukiman warga yang ada di pulau sekitar pulau bulan juga lebih banyak berada di atas laut.

"Jadi kita sudah sebar dan pasang spanduk baik di pelabuhan, di pemukiman warga," kata Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofian, Minggu (19/1/2025).

Adyanto juga menjelaskan, Polsek Bulang bersama  tim masih terus melakukan pencarian buaya di sekitar pulau yang ada di wilayah hukum Polsek Bulang.

Baca juga: Video Buaya di Lome Bintan Viral di Medsos, Masyarakat Jadi Takut Pergi Memancing

"Setiap malam kita tetap patroli dan siang hari kita stanbay sambil menunggu informasi dari Masyarakat," kata Andyanto.

Adapun isi dari spanduk yang dipasang Polsek Bulang yakni "Agar selalu waspada dan mengurangi aktifitas di laut".

Seperti diberitakan sebelumnya nelayan yang tinggal di pulau sekitar pulau Bulan, sesalkan pihak perusahaan pengelola penangkaran buaya di Pulau bulan.

Pasalnya pihak perusahaan terlihat tidak profesional dalam mengelola penangkaran.

Yang paling membuat warga pulau yang notabenenya rata-rata nelayan tersebut kesal karena informasi dari perusahaan yang tidak bisa memberikan kepastian mengenai jumlah buaya yang lepas dari penangkaran.

Nelayan juga menyesalkan jawaban dari perusahaan yang mengatakan bahwa jebolnya tanggul buaya tersebut merupakan musibah.

Dalam video berdurasi 6:50 detik, dimana warga berdebat dengan nelayan saat berhasil menangkap buaya di Pulau Mengkada.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved