Delapan Warga Subang Keracunan Setelah Konsumsi Jamur Rampak, Begini Kronologinya
Delapan warga Kampung Sukamulya, Dusun Pangkalan, Desa Sanca, Kecamatan Ciater Subang, Subang, Jawa Barat keracunan usai konsumsi jamur rampak
SUBANG, TRIBUNBATAM.id - Delapan warga Subang, Jawa Barat alami keracunan setelah mengonsumsi jamur rampak.
Ke delapan orang ini semuanya laki-laki, dan merupakan warga Kampung Sukamulya, Dusun Pangkalan, Desa Sanca, Kecamatan Ciater Subang.
Mereka yakni, Yudi (28), Cecep (26), Engkus (32), Ruhimat (29), Aep (35), Yudha (28), Tahyudin (31) dan Sana (65).
Akibat keracunan itu, mereka pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca juga: Dugaan Penyebab Keracunan Massal di Jambi Berujung 3 Bocah Meninggal, Camat VII Koto Ilir Buka Suara
Adapun peristiwa keracunan ini terjadi pada Selasa (28/1/2025) petang sekitar pukul 18.00 WIB.
Kejadian bermula saat ke 8 warga tersebut pulang kerja dari sawah.
Merasa lapar, mereka kemudian makan bareng. Salah satu menunya jamur yang diambil dari dekat pohon bambu, kemudian dibuat sayur dan langsung dikonsumsi bersama.
Korban keracunan, Tahyudin mengatakan, dirinya saat itu bersama 7 rekannya pulang kerja dari sawah dan merasa lapar dan langsung makan bersama.
"Makannya itu dengan jamur rampak yang diambil dari sisa pembakaran di bawah pohon bambu," katanya, saat diwawancarai wartawan di ruang IGD RSUD Subang, Rabu (29/1/2025).
Dikatakan Tahyudin, jamur tersebut langsung disayur, kemudian dikonsumsi bareng sekitar pukul 18.00 WIB.
"Kurang lebih setengah jam setelah mengkonsumsi jamur tersebut, perut langsung mual, perih, mata rabun tak bisa melihat," katanya.
Lanjut Tahyudin, biasanya dirinya tak masalah mengkonsumsi jamur tersebut, namun tiba-tiba langsung pusing mual dan mata gelap.
"Saya dibawa ke puskesmas dan rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri," ucapnya.
Tahyudin juga mengaku, dirinya salah mengonsumsi jamur rampak tersebut, karena tak diolah secara maksimal.
"Biasanya orangtua saya mengkonsumsi jamur tersebut dengan cara dijemur dulu dan kemudian direbus setelah itu baru dimasak,' katanya.
"Adapun jamur yang dikonsumsi jenis jamur rampak warnanya sedikit kuning,"imbuhnya.
Saat ini dirinya juga mengaku kondisinya sudah agak mendingan dibandingkan semalam.
Baca juga: Siswa SD di Kampar Keracunan Makanan , 9 Orang Dilarikan ke Puskesmas Karena Alami Muntah-muntah
"Mudah-mudahan bisa segera pulih dan sehat kembali seperti biasa sehingga bisa cepat pulang dan kembali beraktivitas seperti biasa," pungkasnya.
Tujuh Orang Masih Dirawat di RS
Pantauan Tribunjabar, Rabu(29/1/2025), para warga yang mengalami keracunan tersebut masih terbaring di ruang IGD dan terus ditangani oleh Tim Medis RSUD Subang.
Dirut RSUD Subang dr.Ahmad Nasuhi menjelaskan, ke 8 warga Desa Sanca tersebut keracunan jamur rampak yang langsung dikonsumsi tanpa dijemur terlebih dahulu.
"Warga yang keracunan ini masuk ke IGD RSUD Subang sekitar pukul 22.00 WIB setelah sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Palasari," ujar dr Ahmad Nasuhi, Rabu(29/1/2025).
Menurut Ahmad, saat datang ke IGD Subang kondisi pasien dalam kondisi lemas, mata kabur dan menggigil serta denyut nadi lemah.
"Saat ini 7 pasien masih menjalani perawatan tapi kondisinya sudah stabil dan sadar, sementara 1 pasien sudah sembuh dan pulang karena hanya mengkonsumsi sedikit jamur tersebut," katanya.
Dikatakan Ahmad, warga yang mengalami keracunan umumnya mengalami gejala mual, muntah, diare, nyeri perut, pusing, sakit kepala, sesak napas, berdebar-debar, bengkak di beberapa bagian tubuh, halusinasi dan mata rabun gelap tak bisa melihat.
"Kita tim medis RSUD Subang masih terus melakukan perawatan terhadap 7 pasien yang semuanya laki-laki tersebut. Mudah-mudahan mereka bisa segera pulih," ucapnya.
Dokter Ahmad juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dari alam, terutama jamur liar, karena tidak semua jenis jamur dapat dikonsumsi.
"Jangan sembarangan mengkonsumsi jamur liar karena berbahaya kalau tidak bisa mengolahnya," katanya.
Para pasien korban keracunan jamur rampak tersebut juga dijenguk oleh PJ.Bupati Subang Ade Afriandi sambil membawa bingkisan buah-buahan untuk para korban.
Baca juga: 12 Murid SD Keracunan Makanan, BPOM Palembang Sebut Kebanyakan Menelan Zat Kimia Dari Jajanan
"Kasus keracunan makanan ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih selektif dalam memilih bahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang,' ucap PJ.Bupati Subang.
Ade Afriandi juga meminta pihak rumah sakit untuk menangani pasien ini secara intensif agar bisa segera sehat kembali.
"Semoga pasien yang mengalami keracunan ini bisa segera sehat kembali dan kasus ini bisa dijadikan pelajaran oleh warga lainnya agar tidak sembarangan mengkonsumsi jamur liar," katanya.(*)
Sumber: TribunJabar
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Dana Desa 2026 Kabupaten Subang Rp 88,7 Miliar Segera Cair, Inilah Rincian tiap Desa |
|
|---|
| Kepedihan Ridho Saksikan Istrinya Tewas Terikat dan Tertutup Kasur, Emas 50 Gram dan Uang Raib |
|
|---|
| Dikira Tidur Pulas, Nenek 72 Ditemukan Tewas Terikat di Rumah, Emas 50 Gram dan Uang Digondol Pelaku |
|
|---|
| Penyebab Kecelakaan Maut Truk Boks Tabrak Warung di Subang, 1 Orang Tewas dan 2 Luka |
|
|---|
| Tolak Berhubungan Intim Berujung Maut, Pemilik Warung Remang Subang Dibunuh Pengunjung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/29012025korban-keracunan-jamur-rampak.jpg)