LIPUTAN KHUSUS
Dampak Efisiensi Anggaran di Natuna, Rumah Ibadah Tak Lagi Dapat Hibah
Kebijakan efisiensi anggaran di Kabupaten Natuna, berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk program-program keagamaan di Pemkab Natuna
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Agus Tri Harsanto
TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kebijakan efisiensi anggaran di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk program-program keagamaan di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Natuna.
Kepala Bagian Kesra, Sudirman mengungkapkan, bahwa anggaran yang sebelumnya mencapai Rp12,2 miliar kini menyusut drastis menjadi Rp5,6 miliar.
“Efisiensi kedua ini memotong anggaran kami sebesar Rp3,1 miliar. Sebelumnya, anggaran kami sudah turun dari Rp12,2 miliar menjadi Rp8,6 miliar, dan sekarang tersisa hanya Rp5,6 miliar. Sangat berdampak besar hampir seluruh kegiatan di Kesra.” ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (23/2/2025).
Salah satu dampak terbesar dari efisiensi ini, adalah ditiadakannya bantuan hibah untuk tahun 2025.
Lembaga keagamaan seperti TPQ, LPTQ, BAZNAS, hingga rumah ibadah tidak lagi menerima dana hibah.
Selain itu, kegiatan keagamaan rutin di Masjid Agung, termasuk konsumsi bagi jamaah, juga terkena imbasnya.
Diantara anggaran yang masih dipertahankan adalah honor bagi imam, muadzin, dan tenaga kebersihan masjid.
“Tahun lalu, 80 persen masjid sudah menerima dana hibah. LPTQ Kecamatan hingga Kabupaten, bahkan Baznas pun untuk tahun ini dana hibahnya kosong, tidak ada," ungkap Sudirman.
Dampak lain dari efisiensi anggaran ini, juga terasa pada persiapan Kafilah Natuna, pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi mendatang.
Jika sebelumnya Natuna mengirim 125 peserta, kini hanya 65 peserta yang bisa berangkat. Beberapa cabang lomba, seperti kompang, syarhil, fahmil, dan stand bazar, juga ditiadakan.
Ditambah, persiapan pelatihan MTQ yang biasanya berlangsung satu bulan, kini dipersingkat menjadi dua minggu.
“Kami sebenarnya sudah menyiapkan anggaran untuk semua cabang, tetapi karena adanya efisiensi, mau tidak mau harus ada pengurangan,” tambahnya.
Selain itu, kegiatan Safari Ramadan yang biasanya dilakukan di sembilan kecamatan, juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan melakukan kunjungan terpisah, tahun ini rombongan mereka digabung menjadi satu.
“Kami harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Program-program utama dipastikan tetap berjalan, meski volumenya diperkecil. Begitu juga dengan peringatan hari besar Islam tetap diadakan, walau secara sederhana,” jelas Sudirman.
| Damkar Kota Batam Catat 47 Kejadian Kebakaran di Berbagai Wilayah di Batam di Awal 2026 |
|
|---|
| Sebulan Tiga Kasus MBG di Batam: Makanan Basi, Nasi Ber-ulat dan Muncul Kecoak di Omprengan |
|
|---|
| Kecoak Nongol di MBG SMA Negeri 14 Batam, Kepala SPPG Batu Ampar: Tenyata Anak Jangkrik |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Bapenda Batam Akan Evaluasi Target Pajak Hotel dan Restoran |
|
|---|
| BP Batam Pangkas Anggaran Capai 37 Persen, Dana Perjalanan Dinas dan Seremoni Kena Potong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/KEGIATAN-TERPANGKAS.jpg)