Sabtu, 2 Mei 2026

LIPUTAN KHUSUS

Dampak Efisiensi Anggaran di Natuna, Rumah Ibadah Tak Lagi Dapat Hibah

Kebijakan efisiensi anggaran di Kabupaten Natuna, berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk program-program keagamaan di Pemkab Natuna

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Agus Tri Harsanto
Birri
HARI BESAR - Momen saat peringatan hari besar Islam di Masjid Agung Natuna, yang di gelar Pemkab Natuna beberapa waktu lalu. Rumah ibadah di Natuna tak lagi dapat hibah karena efisiensi anggaran. 

TRIBUNBATAM.id, NATUNA - Kebijakan efisiensi anggaran di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, berdampak besar pada berbagai sektor, termasuk program-program keagamaan di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Natuna

Kepala Bagian Kesra, Sudirman mengungkapkan, bahwa anggaran yang sebelumnya mencapai Rp12,2 miliar kini menyusut drastis menjadi Rp5,6 miliar.  

“Efisiensi kedua ini memotong anggaran kami sebesar Rp3,1 miliar. Sebelumnya, anggaran kami sudah turun dari Rp12,2 miliar menjadi Rp8,6 miliar, dan sekarang tersisa hanya Rp5,6 miliar. Sangat berdampak besar hampir seluruh kegiatan di Kesra.” ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (23/2/2025).

Salah satu dampak terbesar dari efisiensi ini, adalah ditiadakannya bantuan hibah untuk tahun 2025. 

Lembaga keagamaan seperti TPQ, LPTQ, BAZNAS, hingga rumah ibadah tidak lagi menerima dana hibah.  

Selain itu, kegiatan keagamaan rutin di Masjid Agung, termasuk konsumsi bagi jamaah, juga terkena imbasnya.

Diantara anggaran yang masih dipertahankan adalah honor bagi imam, muadzin, dan tenaga kebersihan masjid.  

“Tahun lalu, 80 persen masjid sudah menerima dana hibah. LPTQ Kecamatan hingga Kabupaten, bahkan Baznas pun untuk tahun ini dana hibahnya kosong, tidak ada," ungkap Sudirman.

Dampak lain dari efisiensi anggaran ini, juga terasa pada persiapan Kafilah Natuna, pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi mendatang.

Jika sebelumnya Natuna mengirim 125 peserta, kini hanya 65 peserta yang bisa berangkat. Beberapa cabang lomba, seperti kompang, syarhil, fahmil, dan stand bazar, juga ditiadakan.  

Ditambah, persiapan pelatihan MTQ yang biasanya berlangsung satu bulan, kini dipersingkat menjadi dua minggu. 

“Kami sebenarnya sudah menyiapkan anggaran untuk semua cabang, tetapi karena adanya efisiensi, mau tidak mau harus ada pengurangan,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadan yang biasanya dilakukan di sembilan kecamatan, juga mengalami perubahan.

Jika sebelumnya Bupati dan Wakil Bupati beserta rombongan melakukan kunjungan terpisah, tahun ini rombongan mereka digabung menjadi satu.  

“Kami harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Program-program utama dipastikan tetap berjalan, meski volumenya diperkecil. Begitu juga dengan peringatan hari besar Islam tetap diadakan, walau secara sederhana,” jelas Sudirman.  

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved